Rabu, 25 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kasus Kebakaran Gedung Kejagung, Bareskrim Tetapkan Tersangka Baru

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 14 November 2020 | 01:05 WITA Tag:
  Kadiv Humas Mabes Polri, Irejen Pol Argo Yuwono saat menggelar konferensi Pers terkait kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, JAKARTA – Penyidikan kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) terus berlanjut. Kali ini Bareskrim Polri kembali menetapkan tiga orang tersangka baru dalam kebakaran tersebut.

Kadiv Humas Polri Irejn Pol Argo Yuwono mengatakan, ketiga tersangka baru tersebut diantaranya peminjam bendera PT APM, perusahaan pengadaan pembersih lantai Top Cleaner, serta aluminium composite panel (ACP).

“Tersangkanya yang saat ini berkaitan ACP¬† akseleran yang mudah terbakar sehingga kita tadi melakukan gelar perkara menetapkan tersangka baru. Penyidik menetapkan 3 tersangka yaitu MD, J, dan IS,” kata Irejen Pol Argo Yuwono di Bareskrim Polri, Jumat (13/11/2020).

BACA  Melahirkan dalam Penerbangan, Ibu dan Anak Penumpang Lion Air Selamat

Sebelumnya, berdasarkan keterangan ahli kebakaran dari Universitas Indonesia (UI) Yulianto, ACP turut menjadi salah satu penyebab api menjalar ke bagian lain gedung saat kejadian.

Diketahui sebelumnya Bareskrim Polri telah menetapkan 8 orang tersangka dalam kasus tersebut. Kedelapan orang itu yakni, lima diantaranya kuli bangunan dengan inisial T, H, S, K dan I.S.

BACA  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Petinggi Jamaah Islamiyah di Lebak

Polisi mengatakan para tukang tersebut merokok padahal di lokasi tersebut terdapat sejumlah barang yang mudah terbakar, akibatnya puntung rokok tersebut yang memicu kebakaran.

Polisi juga menetapkan seorang mandor berinisial UAM sebagai tersangka, lantaran tidak melakukan pengawasan pada saat para tukang melakukan pekerjaannya.

Kemudian Direktur Utama PT APM berinisial R, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH juga dijadikan tersangka terkait pengadaan cairan pembersih lantai Top Cleaner yang mengandung senyawa solar, bensin, dan pewangi sehingga menjadi akselerator kebakaran.

BACA  Semangati Tenaga Kesehatan, Ini yang Dilakukan RS Covid Wisma Atlet

Tak hanya itu polisi juga menemukan fakta bahwa cairan pembersih tersebut tidak memiliki izin edar.

Adapun dalam penetapan tersangka tersebut polisi menyatakan tidak menemukan unsur kesengajaan atau karena kealpaan.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka pun disangka melanggar Pasal 188 KUHP tentang kealpaan, Junto Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.(zul/hg)


Komentar