Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kasus Pembunuhan Terhadap Isteri, Ini Penjelasan Pakar Kriminologi

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Senin, 22 Agustus 2016 | 12:35 PM Tag: ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Kasus penikaman maut di Desa Tunggulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Selasa (16/8) lalu, yang diduga dipicu cemburu makin menambah deretan kasus sejenis dalam marjin kejahatan di Provinsi Gorontalo.

Dalam kajian analisis hukum pidana baik formil maupun materiil, tak ada satu pembenaran apapun yang memperbolehkan adanya perbuatan pelanggaran dan/atau kejahatan, terkecuali peraturan perundang-undangan mengatur sebaliknya.

“Perbuatan penganiayaan yang dilakukan suami kepada istri, apapun alasannya tidak dapat dibenarkan, baik itu secara hukum tertulis, hukum adat, sampai dengan hukum agama,” ujar Pakar Kriminologi Yusrianto Kadir.

Menurut Yusrianto Kadir, dalam perkara ini penyidik harus dapat secara cermat menerapkan norma hukum mana yang digunakan. “Apakah terkait dengan tindak pidana penganiayaan atau tindak pidana pembunuhan,” kata Yusrianto Kadir.

Pada dasarnya perbuatan menusuk dapat dikategorikan perbuatan yang termasuk penganiayaan. Alasannya, berdasar definisinya menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) penganiayaan yaitu sengaja menyebabkan perasaan tidak enak, rasa sakit, atau luka.

“Akan tetapi, apabila kematian korban memang menjadi tujuan awal dari si pelaku, maka pelakunya dapat dijerat dengan pasal pembunuhan,” ujar Yusrianto Kadir.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar