Selasa, 2 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kasus Suap Panitera PN Jakarta Utara, Saipul Langsung Diperiksa

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 23 Desember 2016 | 17:00 WITA Tag:
  


JAKARTA, Hargo.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat dalam menangani kasus Saipul Jamil. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, mantan suami Dewi Persik itu langsung diperiksa kemarin (22/12). Penyidik juga akan terus mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam perkara suap terhadap panitera PN Jakarta Utara tersebut.

Saipul datang ke kantor KPK sekitar pukul 10.00. Setelah menjalani pemeriksaan, dia keluar sekitar pukul 12.40. Saipul sangat tenang saat keluar dari gedung KPK. Namun, dia enggan memberikan keterangan terkait pemeriksaan yang dia jalani.

Ia juga tidak mau menjelaskan perkara suap yang membelitnya. “Nanti tanya ke pengacara saya saja ya,” ucapnya singkat lantas masuk ke mobil tahanan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, setelah menetapkan Saipul sebagai tersangka, penyidik langsung memanggilnya untuk dimintai keterangan. “Dia diperiksa sebagai tersangka. Ini pemeriksaan perdana,” papar dia saat konferensi pers di gedung KPK kemarin.

BACA  Presiden Jokowi Minta Pemerintah Daerah Bagi-Bagi Masker

Saipul dimintai keterangan terkait tindakan suap yang dia lakukan terhadap panitera PN Jakarta Utara Rohadi.

Menurut pria asal Padang itu, suap yang dilakukan Saipul tidak dilakukan seorang diri, tapi dilakukan bersama-sama. Jadi, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi lain. Namun, dia belum bisa menyampaikan kapan pemeriksaan tersebut. “Nanti jadwal pemeriksaan akan disampaikan,” terang dia.

KPK, lanjut dia, ingin secepatnya menyelesaikan pemeriksaan terhadap Saipul, sehingga bisa cepat dilimpahkan ke pengadilan tipikor untuk disidangkan. Jadi, pemeriksaan akan terus dilakukan, sehingga perkara itu akan semakin terang benerang.

Saipul disangkakan dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b, atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Saipul terancam hukuman lima tahun penjara.

BACA  Pemberian Vaksin Covid-19 Terhadap Tahanan KPK Terus Menuai Sorot

Febri menyatakan, Saipul Jamil melakukan suap terhadap Rohadi lewat kakaknya, Samsul Hidayatullah dan dua kuasa hukumnya, Kasman Sangaji dan Bertha Natalia Ruruk Karima. Jadi, tutur dia, Rohadi, Samsul, Bertha, dan Kasman juga akan dimintai keterangan. “Mereka bersama-sama melakukan suap,” terang mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu.

Total suap yang diberikan kepada Rohadi sebesar Rp 300 juta. Uang itu diberikan secara bertahap. Yaitu Rp 50 juta diberikan untuk penetapan anggota majelis hakim dan Rp 250 juta diberikan untuk mempengaruhi putusan terhadap kasus pencabulan yang menjerat Saipul.

Uang Rp 250 juta diberikan setelah majelis hakim yang diketuai Ifa Sudewi menjatuhi hukuman kepada Saipul dengan kurungan 3 tahun penjara. Namun, Pengadilan Tinggi Jakarta menambah hukumannya menjadi 5 tahun penjara.

BACA  Terbalik Saat Bongkar Muat, Tim SAR Cari Korban KMP Bili

Febri menyatakan, untuk empat pelaku penyuapan, Rohadi, Samsul, Bertha dan Kasman sudah dijatuhi hukuman oleh hakim Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat.

Pengacara Kasman Sangaji divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 3,5 tahun. Dia juga diwajibkan membayar denda 100 juta. Bertha dijatuhi hukuman 2,5 tahun dan diwajibkan membayar denda Rp 50 juta. Samsul Hidayatullah diganjar hukuman 2 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp 50 juta.

Sementara Rohadi sebagai penerima suap divonis 7 tahun penjara dan membayar denda Rp 300 juta. Rohadi langsung menerima putusan itu dan tidak mengajukan banding. KPK juga bisa menerima, karena putusan itu sudah sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK.(lum/agm/hargo)


Komentar