Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kata Jokowi, Bali Perlu Bandara Lebih Modern

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 7 Agustus 2017 | 09:00 Tag: , ,
  

Hargo.co.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat melakukan rapat terbatas dengan Gubernur Bali Gede Mangku Pastika saat melakukan kunjungan kerja ke Bali. RI 1 sempat membahas pembangunan bandar udara (bandara) di Bali.

RI 1 pun menyerahkan kepada Gubernur Bali untuk menentukan pilihan mengenai pembangunan bandara tersebut. Dia ingin bandara dapat digunakan untuk pelayanan turis agar menjadi lebih baik lagi.

“Dan kalau Gubernur Bali sudah menentukan pilihan yang ini baru dilaksanakan. Intinya konsentrasinya baru pada pelayanan pada para turis,” ujarnya.

“Bali konsentrasinya masih pada pariwisata, hanya memang masalahnya memang bandara yang bagus perlu ditambah. Kemarin rapat dengan Gubernur Bali berapa-berapa pilihan membangun di utara atau memperluas yang sekarang ada runway-nya dan masih banyak pilihan-pilihan lainnya,” terang Jokowi di Hotel Stone, Badung, Jumat (4/8/2017).

Sebelumnya diberitakan, pemerintah pusat melalui Bappenas dan didukung oleh Kementerian Pariwisata berencana membangun bandara di utara Pulau Bali. Pembangunan ini, menurut Gubernur Bali Made Mangku Pastika disponsori oleh dua investor.

“Ada dua saja pilihannya. Satu adalah Airport Kinesis Kanada dan Pembangunan Bali Mandiri. Ya hanya dua saja,” kata Pastika.

“Mereka kalau berani maju ya harus ada duitnya. Jangan suruh pemerintah yang mengeluarkan duit,” tambah Pastika.

Walau sudah ada investor, rupanya realisasi bandara yang disebut akan memiliki dua landasan pacu di atas laut itu masih terkendala lokasi. Gubernur Pastika bahkan menegaskan Pemprov Bali sudah berkali-kali bertemu pihak Kementerian Perhubungan.

“Izin lokasinya belum kelar. Ini di Kementerian Perhubungan saja ganjil. Bolak-balik temui menterinya supaya cepat ditentukan,” katanya. (ibl/hg)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Komentar