Selasa, 17 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kawasan Industri Luar Jawa Dipromosikan Pada Forum Investasi di Jepang

Oleh Aslan , dalam Ekonomi , pada Sabtu, 23 September 2017 | 08:00 Tag:
  

Hargo.co.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar kegiatan Promosi Investasi Kawasan Industri Indonesia di Tokyo, Osaka, dan Yokkaichi City, Jepang, pada 13-15 September 2017. Hal itu dilakukan untuk mempromosikan potensi investasi kawasan industri Indonesia di luar pulau Jawa kepada sejumlah investor di Jepang.

Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono mengungkapkan, dalam kesempatan promosi ini, 3 kawasan industri Sriwijaya Central Business District (Sriwijaya CBD), Kemingking Jambi dan Palu Sulawesi diberikan kesempatan untuk memperkenalkan keunggulannya.

Menurut Imam, tiga kawasan industri yang tengah dibangun ini sangat prospektif untuk investor. Apalagi, ketiganya terletak di lokasi yang strategis serta didukung fasilitas infrastruktur yang memadai, termasuk sumber daya alam dan energi yang dibutuhkan oleh industri.

“Peluang berinvestasi di Indonesia semakin menjanjikan keuntungan bagi para investor,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/9).

Imam menilai, Sriwijaya CBD, sangat strategis untuk investasi. Selain terletak di tengah kota metropolitan Palembang, kawasan Sriwijaya CBD seluas 307 hektare, juga terletak di pintu masuk dan keluar Tol Trans Sumatera.

“Sriwijaya CBD akan menjadi solusi bisnis terlengkap di Palembang nanti,” papar Imam.

Dari hasil pertemuan dengan investor di Jepang, mereka berminat berinvetasi di Palembang, Sumsel. Apalagi kota pempek akan menjadi tuan rumah Asean Games 2018.

Sementara itu, Direktur Utama Sriwijaya CBD, Gadiza Fauzi menjelaskan, para investor Jepang yang selama ini khawatir akan kemacetan di Jawa sehingga mempengaruhi efektifitas produksi, tampak antusias untuk berinvestasi di Palembang.

“Selain kota ini sudah maju, Palembang dianggap baik dalam menangani kemacetan dengan membangun sarana transportasi yang canggih. Transportasi kota lancar, LRT dan upah minimum Pokok (UMP) relatif lebih murah dibanding pulau Jawa,” terangnya.

Gadiza menyampaikan Sriwijaya CBD memiliki sejumlah keunggulan kompetitif sehingga layak menjadi tujuan investasi.

“Keunggulan itu antara lain posisi Sriwijaya CBD Gandus yang menjadi satu-satunya pintu masuk dan keluar Palembang dari tol trans Sumatera yang menghubungkan seluruh kota di Sumatera dari Aceh hingga Lampung. Bahkan, letaknya dari pintu tol Gandus ke pintu masuk SCBD hanya 1 km saja,” tutur Gadiza.

Selain itu jelasnya, kawasan Sriwijaya CBD juga dekat dengan bandara, kantor pemerintah Kota sehingga memudahkan untuk pengurusan administrasi.

“Sriwijaya CBD juga dekat dengan pelabuhan Boom Baru Palembang sehingga untuk transportasi distribusi barang lebih mudah. Dengan demikian, biaya logistik makin murah,” papar Gadiza.

(cr4/JPC/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar