Kamis, 29 September 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kazan Arena, ‘Kuburan Para Bintang’ Piala Dunia 

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Sportivo , pada Selasa, 10 Juli 2018 | 13:14 Tag: ,
  

Hargo.co.id, – Sejumlah Timnas dari Brazil, Jerman dan Argentina, tidak akan melupakan Kazan Arena, stadion megah milik Rusia. Tiga negara dengan tim raksasa yang berambisi menjuarai Piala Dunia 2018 itu, kandas di Kazan Arena. Para bintang Seperti Neymar, Leonel Messi, dan Mesut Ozil harus angkat koper dari Rusia melalui Kazan Arena. Seperti apa, staidon yang menjadi ‘kuburan’ para bintang itu.

Lebih kurang 144 juta penduduk Rusia, 6,6 persen diantaranya adalah penduduk Muslim. Muslim memang minoritas pada negara bekas Uni Soviet itu. Kota Kazan, merupakan salah satu kota besar Rusia setelah Moskow.

Kota ini banyak berdiri masjid, nuansa kehidupa muslim juga sangat kental. Maklum, Kazan adalah wilayah dengan populasi Muslim terbanyak di Rusia. Tidak heran, jika Kazan Arena, stadion megah yang menjadi salah satu venue helatan piala dunia 2018 itu, dilengkapi dengan Musalla.

Kazan adalah ibu kota negara bagian Rusia yang dikenal dengan Tatarstan. Kota muslim ini memiliki lanskap yang unik dan menarik. Ia berada di atas bukit dengan pemandangan danau di bawahnya. Persis di pinggir danau, terdapat beberapa bangunan besar Islam, seperti Masjid Agung QolSharif dan makam syuhada.

Masjid QolSharif termasuk yang terbesar di Eropa dengan arsitektur khas berupa menara-menara tinggi, yang barangkali terpengaruh oleh Masjid Biru di Istanbul Turki. Ada pula masjid Masjid Bulgar, yang merupakan satu-satunya masjid berwarnah putih di Rusia.

Masyarakat muslim Kazan mirip dengan Indonesia. Kumandang azan, deretan masjid, dan para perempuan berjilbab menjadi pemandangan biasa di kawasan ini. Alimancenter.com menulis, dahulu berdiri kerajaan Islam Tatarstan di Rusia.

Kejatuhan kerajaan Islam Kazan oleh kerajaan Tsar Rusia membuat didirikan gereja besar dipusat Kazan. Namun muslim Kazan terus menjaga Islam hingga diwariskan turun temurun. Mereka mengaku pertama kali mengenal Islam dari seorang utusan Islam asal Baghdad pada abad ke-7 Masehi, manakala Kazan masih menjadi bagian dari wilayah Bulgaria.

Sejak itu, Islam berkembang cepat di wilayah ini. Piala Dunia yang sedang berlangsung di Rusia, salah satunya menggunakan tempat stadium di Kazan. Stadium Kazan Arena merupakan kandang Klub FC Rubin Kazan, dengan kapasitas 45 ribu penonton. Stadium ini menyediakan mushola untuk salat. Bagi muslim yang berkunjung ke Kazan tak perlu khawatir dengan makanan. Mirip seperti Indonesia, dengan mudah menemukan makanan halal.

Dahulu sama seperti agama-agama lain, Islam sempat mengalami hambatan serius pada masa komunisme Soviet. Hampir semua masjid dialih fungsi menjadi gudang atau gardu jaga. Segala sesuatu yang menyiratkan simbol keagamaan diharamkan.

Setelah komunisme Soviet tumbang, komunitas Muslim di wilayah ini seolah bangkit dari tidur panjang. Mereka kembali membangun tempat ibadah dan institusi keagamaan dengan cepat. Kini, tak kurang dari 1.200 masjid telah kembali berdiri dan mendorong kemajuan masyarakat di berbagai bidang. Di kota Kazan ini ada pula universitas Islam yang diberi nama Universitas Islam Rusia. Perguruan tinggi ini mirip sekali dengan UIN di Indonesia.

Tahun ini, kota yang memiliki standar hidup tinggi setelah Moskow dan Saint Petersburg itu juga terpilih sebagai tuan rumah pertandingan sepakbola dunia, dengan Stadion Kazan Arena sebagai lokasinya.
Kota yang berada sekitar 820 kilometer sebelah timur Moskow ini merupakan kota paling penting di Rusia, terutama soal urusan ekonomi, ilmu pengetahuan serta pusat kebudayaan.

Meski namanya tak sepopuler Moskow dan St. Petersburg, Kazan punya julukan unik yaitu ‘The Third Capital of Russia’ dan ‘The Millenial City’. Kota yang merayakan hari jadi ke-1000 pada tahun 2005 lalu ini ternyata juga termasuk dalam daftar World Heritage Cities versi UNESCO. (Berbagai sumber/gp)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar