Kamis, 27 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ke Lokasi Pembunuhan Kim Jong-nam, Siti Emosional

Oleh Aslan , dalam Kabar Dunia , pada Sabtu, 28 Oktober 2017 | 11:00 AM Tag: , ,
  REKONSTRUKSI: Polisi wanita Malaysia mengawal Doan Thi Huong (asal Vietnam) dan Siti Aishah (asal Indonesia) saat datangi lokasi pembunuhan di Kuala Lumpur International Airport 2, Sepang, kemarin (24/10).

Hargo.co.id - Siti Aisyah dan Doan Thi Huong kembali ke terminal low-cost carrier Bandara Internasional Kuala Lumpur, kemarin (24/10). Di lokasi itulah, dua perempuan asal Indonesia dan Vietnam tersebut diyakini menghabisi nyawa Kim Jong-nam, saudara lelaki pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, pada 13 Februari lalu.

Dikawal ketat oleh petugas bersenjata lengkap, Siti dan Doan tiba di salah satu bandara paling sibuk di Asia Tenggara tersebut. Kedua tangan mereka terborgol. Dada mereka dilindungi rompi antipeluru. ’’Mereka kami bawa kembali ke sini untuk kepentingan pengadilan,’’ kata hakim Azmi Ariffin yang memimpin sidang kasus pembunuhan Jong-nam.

Selain dua terdakwa dan tim pengacaranya serta Azmi, ada sekitar 200 polisi yang ikut mengawal. Belasan jurnalis juga terlihat sibuk mengikuti Siti dan Doan. Lokasi pertama yang mereka datangi adalah area check-in mandiri di lantai 3. Rekaman CCTV menunjukkan, di lokasi itulah, Siti dan Doan menyentuh Jong-nam sebelum pria yang lebih dulu diidentifikasi sebagai Kim Chol tersebut tewas.

Dari area check-in pribadi, rombongan melanjutkan perjalanan ke beberapa lokasi lain. Di antaranya, restoran, kamar mandi, klinik, dan area pemesanan taksi. Sekitar satu jam berkeliling, Siti limbung. Dia tidak kuasa menahan tangis dan terisak-isak di sepanjang jalan. Doan pun tampak lemas dan hampir pingsan. Azmi lantas memutuskan untuk beristirahat. Siti diberi minum.

Setelah istirahat, agenda berlanjut. Demi kelancaran, Siti dan Doan dinaikkan ke kursi roda. Mereka lantas melanjutkan berkeliling bandara selama dua jam lagi. Total, kunjungan ke bandara itu makan waktu sekitar tiga jam. ’’Kunjungan ke lokasi kejadian ini penting untuk mencocokkan data dan bukti yang terekam CCTV,’’ jelas Gooi Soon Seng, pengacara Siti.

Dia yakin, kliennya tidak bersalah. Sebab, di awal rekaman CCTV terlihat bahwa Siti dan Doan sama-sama didekati seorang pria yang diduga kuat sebagai dalang. ’’Klien saya dibohongi. Dia tidak tahu bahwa yang dia terima dari pria itu adalah racun VX. Dia pikir, dia ikut dalam reality show televisi,’’ tandasnya. (AP/Reuters/hep/c14/any/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar