Minggu, 28 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kebakaran di Boalemo Didominasi Korsleting, Berikut Data 2021

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Selasa, 23 November 2021 | 11:05 AM Tag: , ,
  Ilustrasi. Penyebab kebakaran di Boalemo didominasi arus pendek. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Masyarakat Boalemo diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya peristiwa kebakaran. Betapa tidak, berdasarkan data, total kebakaran di Boalemo, sudah sebanyak 30 terhitung dari Januari hingga – akhir November 2021.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Kabid Damkar) Boalemo, Erfin PLH Susanto mengatakan, kebakaran di Boalemo didominasi korsleting, atau arus pendek. Selebihnya, human error atau kelalaian manusia.

Perlu dijelaskan, korsleting adalah hubungan arus pendek (short circuit) yang terjadi ketika aliran listrik yang sedang mengalir tidak sesuai dengan nilai tahanan (hambatan). Akibatnya, terjadi lonjakan arus listrik yang cukup besar. Lonjakan tersebut mengakibatkan timbulnya percikan api hingga ledakan yang cukup besar.

“Data di kita hingga 22 November 2021 ini, tercatat kurang lebih 30 kali penanggulangan kebakaran. Penyebabnya, paling mendominasi adalah korsleting, dan yang paling banyak itu di Kecamatan Tilamuta,” kata Erfin di ruang kerjanya, Senin, (22/11/2021).

Erfin menjelaskan, dari total 30 peristiwa tersebut, mayoritas adalah rumah warga termasuk warung, yaitu sebanyak 23. Sisanya, ada kapal fiber, gardu tower, pemanggang kelapa, ekskavator, lahan kosong, dan pula sepeda motor.

“Adapun langkah-langkah kami, di antaranya tak henti memberikan edukasi. Tahun ini kami sudah turun ke 82 Desa di 7 Kecamatan se-Boalemo, kami melaksanakan sosialisasi, sembari membagikan pamflet yang berisikan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. Jadi sosialisasi yang kami berikan itu bentuknya publikasi,” kata Erfin.

Tak hanya itu, Erfin menuturkan, di samping membagikan pamflet ke masyarakat ini, pihaknya juga rutin melakukan pemeriksaan instalasi listrik di masing-masing rumah penduduk.

Diungkapkannya, saat ini pihaknya memiliki 3 regu anggota Damkar yang selalu siaga. Masing-masing regu terdapat kurang lebih 12 personel. Ditunjang oleh 2 unit armada berkapasitas 4000 liter, serta satu unit ambulans.

“Pastinya kami selalu siaga kebakaran 24 jam,”ujarnya.

Lebih lanjut dalam waktu dekat kata Erfin, pihaknya akan menerbitkan surat pemberitahuan berdasarkan Perda nomor 8 Tahun 2014 tentang bangunan gedung, yang mana pada Pasal 35 -38 pada Perda tersebut, mengatur tentang pencegahan bahaya kebakaran.

“Harapan besar kami itu, marilah kita bersama-sama mencegah musibah kebakaran. Kompor elpiji perlu kita perhatikan, jangan sampai lalai. Begitu pun dengan barang-barang elektronik yang lupa kita matikan, yang akhirnya colokannya jadi longgar yang dapat menimbulkan percikan api, semoga kita dijauhkan dari berbagai musibah,”pungkas Kabid Damkar Boalemo. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 141 times, 1 visits today)

Komentar