Senin, 29 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kebun Jagung Ludes Disantap Hewan Lepas, Petani Boalemo Meradang

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Senin, 25 Oktober 2021 | 00:05 AM Tag: , , ,
  Ilustrasi. Adanya sejumlah petani yang membiarkan ternak sapinya bebas berkeliaran, membuat tanaman jagung seorang petani di Boalemo ludes. (Foto : Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Bagi masyarakat yang punya peliharaan hewan ternak, seperti sapi dan kambing, sebaiknya ditertibkan dan jangan dilepas sembarangan. Agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Mungkin menjadi hal lumrah ketika melihat hewan lepas yang berkeliaran. Tetapi, hal ini berpotensi jadi masalah yang dapat menimbulkan kerugian dan perpecahan kerukunan, jika hanya dibiarkan terus berkeliaran.

Seperti halnya peristiwa yang dialami Saipul Idrus (50), seorang petani di Desa Bangga, Kecamatan Paguyaman Pantai, Boalemo ini. Kepada Hargo.co.id, ia menceritakan, bahwa tanaman jagung miliknya, nyaris ludes dimakan oleh sejumlah hewan lepas di desanya.

“Kebun saya berada di Desa Bangga. Sekitar 8 ekor sapi yang makan tanaman saya itu. Sapi-sapi ini milik warga Desa Limbatihu,” ungkap pria yang akrab disapa Ono itu kepada Hargo.co.id pada Ahad, (24/10/2021).

Saipul Idrus, pemilik kebun jagung di Desa Bangga, Kecamatan Paguyaman Pantai, Boalemo. (Foto: Abdul Majid Rahman/HARGO)
Saipul Idrus, pemilik kebun jagung di Desa Bangga, Kecamatan Paguyaman Pantai, Boalemo. (Foto: Abdul Majid Rahman/HARGO)

Kejadian itu, kata Ono, langsung ia laporkan kepada pemerintah desa setempat. Dengan maksud, ia meminta para pemilik sapi, bertanggung jawab dan mengganti kerugian jagung yang telah dimakan oleh sejumlah herbivora tersebut.

“Sudah sekitar 2 minggu lalu saya melapor ke pemerintah Desa Bangga dan pemerintah Desa Limnatihu,” ujarnya.

Pasca ia melapor, kata Ono, pemerintah Desa Limbatihu yang diwakili oleh Sekretaris Desa Limbatihu pada saat itu, berinisiatif mengundang para warganya pemilik sapi yang berjumlah 6 orang.

Adapun kesepakatan yang lahir melalui musyawarah mufakat pada saat itu, lanjut Ono, yakni para pemilik sapi harus menanggung kerugian. Masing-masing dibebankan sebesar Rp 200 ribu.

“Yang saya sayangkan, hingga saat ini belum ada yang membayar kerugian tersebut. Jujur, saya masih menunggu itikad baik. Kalau tetap tidak ada, terpaksa saya akan melapor ke Polisi,” tegasnya.

Bukan tanpa alasan, Ono mengaku punya beban hutang kepada salah satu bos jagung di Desa Bangga. Sehingga menurutnya, peristiwa hewan lepas yang memakan tanamannya di kebun ini, semakin menambah beban ekonomi keluarganya.

“Saya masih manusia pak, kalau dipikir tanaman jagung saya yang dimakan sapi itu lumayan banyak. Tapi saya hanya minta masing-masing dari mereka Rp 200 ribu. Totalnya Rp 1 juta 200,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Paguyaman Pantai, Seteve Dg. Ahaliki, ketika dikonfirmasi Hargo.co.id, pada Ahad (24/10/2021) mengaku, sudah menerima informasi terkait hewan lepas yang memakan tanaman jagung petani tersebut.

“Informasinya sudah masuk, tapi yang saya dengar jagung milik warga Desa Bubaa. Yang makan sapi milik Warga Desa Limbatihu. Nanti saya kroscek kembali, dan hasilnya seperti apa, segera saya kabari,” kunci Steve Dg. Ahaliki.

Hingga berita ini diterbitkan, Hargo.co.id masih berupaya tersambung dengan pemerintah Desa Limbatihu dan pemerintah Desa Bangga.

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 1.381 times, 1 visits today)

Komentar