Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kecamatan Bone Terisolir, Bupati Antar Logistik Lewat Jalur Laut

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Kab. Bone Bolango , pada Senin, 3 Agustus 2020 | 13:05 WITA Tag: , ,
  Bupati Bone Bolango Hamim Pou saat meninjau langsung lokasi pengungsian korban banjir di Kecamatan Bone, Ahad (02/08/2020). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Hujan deras yang melanda sebagian besar wilayah di Kabupaten Bone Bolango menyebabkan musibah banjir dan tanah longsor. Bahkan akibat dari bencana alam itu, membuat jalan Trans Sulawesi tepatnya di jalur selatan Gorontalo-Sulut tidak dapat dilalui.

Informasi yang disampaikan Dinas Kominfo Kabupaten Bone Bolango pada Senin (03/08/2020), Putusnya akses jalan di Bone Pesisir itu juga mengakibatkan warga yang ada di Kecamatan Bone terisolir, sementara ada ratusan warga terdampak banjir bandang di Desa Taludaa yang telah diungsikan membutuhkan bantuan.

Khawatir dengan kondisi itu, Bupati Bone Bolango Hamim Pou tak tanggung-tanggung harus menempuh jalur laut selama 6 jam menggunakan kapal milik Basarnas, yang bertolak dari Pelabuhan Gorontalo sekitar pukul 16.00 Wita, demi untuk mengantarkan bantuan logistik bagi para korban banjir di Kecamatan Bone.

BACA  Ini Makna 'Bone Bolango Cemerlang' dalam Visi Hamim-Merlan

Bahkan bupati yang didampingi Kepala Kesbangpol itu harus kembali berganti Kapal di Dermaga Kecamatan Kabila Bone, dikarenakan Kapal milik Basarnas tidak dapat berlabuh di Dermaga Kecamatan Bone.

Bupati Bone Bolango Hamim Pou saat meninjau langsung lokasi pengungsian korban banjir di Kecamatan Bone, Ahad (02/08/2020). (Foto: Istimewa)

Sekitar pukul 01.00 wita Hamim Pou akhirnya tiba di tempat pengungsian yang ada di Kecamatan Bone, dan langsung disambut hangat oleh warga masyarakat setempat.

Warga masyarakat yang ada dipengungsian tak mengira, bahwa pada pukul 01.00 Wita mereka kedatangan tamu istimewa yaitu Bupati Bone Bolango Hamim Pou, yang membawa berbagai bantuan logistik untuk para korban banjir bandang di Taludaa.

BACA  Banjir Pohuwato, Seorang Lansia Meninggal Dunia Terseret Arus

Dikatakan Hamim Pou dalam felease yang disampaikan oleh Dinas Kominfo, dimana dalam musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Minggu (02/08/2020) itu mengakibatkan sekitar 150 rumah dan fasilitas pemerintah lainnya rusak.

“Saya sekitar Jam 1 dini hari tiba dan melakukan peninjauan di Kecamatan Bone. Kurang lebih ada sekitar 150 rumah yang ada di Desa Taludaa, Masiaga, Ilohuuwa rusak. Kebanyakan yang terkena derasnya arus sungai taludaa dan longsoran dari bukit di sepanjang Jalan Trans Sulawesi. Sekolah, Puskesmas, dan beberapa fasilitas pemerintah juga rusak dan warga korban banjir berpindah ke BPU Kecamatan serta ke rumah warga lainnya,”ungkap Hamim Pou.

BACA  Ini Data Jumlah Rumah yang Terendam di Bulango Utara

Terkait banjir bandang tersebut dirinya menyampaikan solusi bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor.

“Warga di sepanjang DAS Sungai Taludaa maupun muara laut harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Relokasi rumah dan pembuatan tebing atau talut penahan ombak di Desa Taludaa dan Desa Masiaga sepanjang 1 km. Kementerian PU melalui Balai diharapkan bisa segera membangunnya untuk menyelamatkan warga,”pungkas Hamim Pou. (zul/adv/hg)


Komentar