Kamis, 29 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kedai Kopi Mulai Menjamur, Promosi Kopi Pinogu Hingga Luar Negeri

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo , pada Jumat, 5 Mei 2017 | 15:21 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Kedai kopi di Gorontalo bak jamur dimusim hujan, terus tumbuh seiring dengan tingginya kecintaan orang terhadap kopi.

Kedai kopi atau warung kopi, kini tak lagi hanya tempat para aktivis dan politisi bediskusi lepas. Namun berubah menjadi tempat nongkrong favorite segala usia. Para kaula muda bahkan cenderung memilih kedai kopi sebagai tempat nongkrong.

“Dari pada Miras lebih baik kopi. Nikmat,”kata Ahmad Yunus, penikmat kopi di kedai kopi 42 Andalas, kemarin.

Ia memilih kopi pinogu yang menjadi menu unggulan kedai kopi yang ia kunjungi itu. Menurutnya, kopi pinogu sangat khas.

“Asik saja dengan kopi ini, harga lokal tapi citarasa tak kalah hebat,”ungkapnya.

Belakangan kopi pinogu memang lagi trend, bahkan sebagian kedai kopi di Gorontalo menjadikan kopi pinogu sebagai menu unggalan. Misalnya kedai kopi 42 andalas.

Pengelola kedai kopi 42 Aditya Iskandar, sejak membuka kedai dengan menu utama kopi pinogu, ia selalu ramai pengunjung. Kedai kopi yang kadang buka 24 jam ini bahkan bisa meraup keuntungan hingga Rp 1 juta setiap hari.

BACA  Tiga Daerah di Provinsi Gorontalo Masuk Zona Merah

Kopi khas Gorontalo ini tidak saja hadir di kedai-kedai kopi, namun di restoran pun juga menyediakan menu kopi pinogu. Misalnya di retorang Angelato, Kota Gorontalo.

“Saya lebih suka ngopi kopi pinogu disini, tempatnya nyaman,”kata Arman, salah pegawai bank pemerintah di Gorontalo.

Kehadiran kopi pinogu dengan sendirinya juga membawa dampak ekonomi pada warga. Bukan hanya petani kopi yang meraup untung, namun kedai-kedai kopi termasuk para pelaku UMKM juga keciprat untung kopi pinogu.

Dengan cita rasa yang khas, Kopi Pinogu memiliki potensi untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional. Seperti Kopi Toraja ataupun Kopi Aceh Gayo yang sudah mendunia.

Untuk mencapai hal itu, banyak hal yang harus diperhatikan mulai proses budidaya, panen, paca panen hingga pengolahan biji kopi.

Sementara itu, untuk terus mengembangkan kopi pinogu, pemerintah tak main-main. Selain memberikan edukasi kepada para petani tentang berkebun kopi, promosi juga terus dilakukan. Bupati Bone Bolango Hamim Pou bahkan perna memamerkan kopi pinogu di Jerman.

BACA  Kasus Covid-19 Meningkat, Pekan Depan Kota Gorontalo Terapkan PSBB

Begitu pun setiap pejabat yang datang ke Bone Bolango, kopi pinogu menjadi menu minuman wajib. Begitu pun dengan pemerintah Provinsi Gorontalo, melalui Dinas Koperasi UMKM Perindak Provinsi Gorontalo, promosi terus dilakukan. Dalam beberapa kegiatan expo produk UMKM, baik skala lokal maupun nasional, Dinas Kopersi UMKM Provinsi Gorontalo tak pernah ketinggalan mengikutsertakan produk kopi pinogu.

Hal itu dilakukan agar kopi pinogu bisa dikenal tidak saja di Gorontalo, tapi juga dapat menembus pasar nasional. Kepala Dinas Koperasi UMKM Abdul Haris Hadju mengatakan, lewat berbagai pameran expo, pemerintah juga ikut mencari investor yang siap untuk berinvestasi di Gorontalo untuk menggenjot produk lokal yang di antaranya adalah kopi pinogu. Hanya saja yang perlu menjadi catatan penting dari pemerintah Kabupaten Bone Bolango menyangkut ketersediaan stok pinogu.

“Sejalan dengan upaya promosi kedepan, pemerintah harus dapat menjamin kebutuhan produk kopi pinogu dapat memenuhi kebutuhan pasar Kopi pinogu dari waktu ke waktu mulai banyak peminat. Ini perlu jadi catatan penting pemerintah Bonbol,” jelasnya.

BACA  Tangani Covid-19, Pemprov Gorontalo Dapat Bantuan Ventilator

Kedepan ini lanjut Haris, pemerintah Provinsi Gorontalo akan menggenjot sektor pariwisata yang didalamnya juga ada kuliner wisata. Pemerintah provinsi berharap ada sinergitas yang terwujud bersama pemerintah dan masyarakat Bonbol.

Sebab tentunya sebagai produk lokal andalan Gorontalo, Kopi Pinogu akan menjadi salah satu kuliner menarik untuk disajikan bagi wisatawan yang berkunjung ke Gorontalo.

“Kita akan terus memback up, kopi pinogu memang sudah pas untuk kita kembangkan sebagai salah satu produk unggulan untuk menunjang pariwisata kita,” tandasnya.

Terpisah Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bone Bolango Fenny Monoarfa ketika diwawancarai Gorontalo Post mengatakan, saat ini untuk mendapatkan kopi pinogu juga bisa melalui Dinas Pertanian.

“Untuk pemasarannya masih bertaraf lokal, untuk internasional itu baru sebatas promosi. Kopi pinogu biji juga telah tersedia di sejumlah supermarket di Kota Gorontalo dengan harga Rp 50 ribu/kilogram,”tandas Fenny Monoarfa. (tr-45/dan/and/roy)


Komentar