Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kedapatan Sekamar, 10 Pasang Diangkut Satpol PP

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Jumat, 16 November 2018 | 08:00 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Operasi penyakit masyarakat (petkat) dan yustisi, yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Gorontalo bersama jajaran TNI dan Polri, Kamis (15/11) menjaring sedikitnya 10 pasang remaja bukan suami istri. Mereka kedapatan sekamar di beberapa tempat kos yang menjadi sasaran operasi. Selain 10 pasang yang rata-rata mahasiswa itu, ikut diangkut juga 7 warga tanpa identitas.

Pelaksanaan operasi menyisir sejumlah tempat kos dan penginapan kelas melati di Kota Gorontalo. Di wilayah Kota Gorontalo petugas menemukan lima pasang bukan suami isteri kedapatan di dalam kamar kos, dan dua warga tanpa identitas.

BACA  Tim Resmob Rajawali Ringkus Dua Pelaku Pencurian di Kota Gorontalo

“Alasan mereka, ada bikin tugas, kok bikin tugas berduaan di dalam kamar siang-siang,”ujar penyidik PPNS Penegakkan Perda Dinas Satpol PP, Yasmin Mohammad. Satu per satu kamar kos yang di datangi diperiksa penghuninya. Sementara di wilayah Limboto, Kabupaten Gorontalo, petugas juga menjaring 5 pasang bukan suami istri, beserta 5 orang tanpa KTP.

BACA  Pengemudi Ngantuk, Mobil Mini Bus Hantam Pohon di Tepi Jalan

Mereka kemudian diangkut menggunakan mobil Dalmas Satpol PP ke kantor Dinas Satpol PP Provinsi Gorontalo di Jalan Jend. Sudirman Kota Gorontalo untuk didata dan diberikan pembinaan. Kadis Satpol PP Faizal Lamakaraka melalui Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Budiyanto Haluti mengatakan total warga yang terjaring, Kamis (15/11) berjumlah 27 orang.

BACA  Aksi Tolak Omnibus Law di Gorontalo Kembali Berakhir Ricuh

“Mereka kita berikan pembinaan, terutama banyak juga yang bertatus mahasiswa. Kita ingatkan bahwa Perda nomor 10 tahun 2003 tentang pencegahan maksiat ada ancaman pidananya,”ujarnya. Menurut Budi, operasi penyakit masyarakat sekaligus operasi yustisi itu juga digelar dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad, HUT Provinsi serta jelang natal dan tahun baru.

“Kita inginkan Gorontalo bebas maksiat dan seluruh warga telah mengantongi identitas kependudukan,” tandasnya. (tro/gp/hg)


Komentar