Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Keindahan Walima Terapung di Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 19 Desember 2016 | 23:15 PM Tag: , , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh masyarakat Gorontalo pada umumnya dirayakan secara nasional dan tradisional.

Sebagaimana tradisi yang ada, perayaan maulid secara tradisional diisi dengan kegiatan dzikir dan arak-arakan atau parade walima.

Yang menarik, walima ini disediakan masyarakat secara sukarela untuk didoakan dan selanjutnya dibagikan kepada masyarakat luas.

Seperti diketahui, tradisi walima sendiri memiliki latar belakang sejarah panjang yang berhubungan erat dengan tradisi yang hidup berabad-abad lampau.

WALIMA TERAPUNG – Festival Walima terapung pada hari sabtu,(17/12) yang diikuti sejumlah penjabat terlihat meriah. Walikota Gorontalo pun ikut andil dalam festival ini dengan menaiki sebuah perahu karet. Foto(Riyan/GP)

Tak heran kalau saat ini, tradisi tersebut tak lagi sekedar ritual keagamaan, namun sudah menjadi bagian dari budaya bahkan bisa menjadi bagian dari obyek wisata.

Tahun ini, Parade walima di Kota Gorontalo telah dilaksanakan di 9 kecamatan. Khusus untuk parade walima laut dilaksanakan di Dua Kecamatan yang berada di kawasan pesisir pantai teluk tomini yakni Kecamatan Dumbo Raya dan Kecamatan Hulonthalangi.

Di dua kecamatan tersebut, sejak tiga tahun terakhir menggelar parade atau arak arakan walima di laut yang dikemas dalam Festival pesona religi Parade Walima Laut.

WALIMA TERAPUNG – Festival Walima terapung yang berlangsung Sabtu,(17/12) di sungai Bone Kota Gorontalo begitu meriah. Berbagai macam jenis kue khas tradisional mengisi kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi itu. ( Foto Natha/Gorontalo Post)

Pesertanya berasal dari para nelayan yang tersebar di 10 kelurahan di dua Kecamatan tersebut. Festival parade walima laut sebenarnya memiliki konsep yang tidak jauh berbeda dengan parade walima yang dilaksanakan pada umumnya di darat. Yang istimewa adalah pelaksanaannya yang diarak di laut dengan menggunakan perahu nelayan.

Perahu perahu yang dihiasi dengan walima, toyopo dan berbagai hiasan lainnya yang berisi makanan dan camilan berupa kue khas walima di Gorontalo.

WALIMA TERAPUNG – Festival Walima terapung yang berlangsung Sabtu,(17/12) di sungai Bone Kota Gorontalo begitu meriah. Berbagai macam jenis kue khas tradisional mengisi kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi itu. ( Foto Natha/Gorontalo Post)

Untuk tahun ini, pelaksanaan Festival Parade walima dipusatkan di Kelurahan Talumolo Kecamatan Dumbo raya, dan mengambil rute pesisir Kelurahan Leato, Kelurahan Leato Utara dan Kelurahan Leato Selatan Kecamatan Hulonthalangi.

Berbeda dengan rute di tahun sebelumnya yang mengambil rute Kelurahan Leato dan menyisir perairan laut kelurahan Pohe.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar