Sabtu, 23 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kejari Kabupaten Gorontalo Geledah Kantor Desa Bongohulawa

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 1 Oktober 2021 | 03:05 AM Tag: ,
  Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo melakukan penggeledahan di Kantor Desa Bongohulawa, Kecamatan Bongomeme. (Foto : Herman Abdullah/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tim penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gorontalo melakukan penggeledahan di Desa Bongohulawa, Kecamatan Bongomeme.Ini terkait penggunaan dana desa yang diduga ada kerugian negara sebesar Rp 400 Juta.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kabupaten Gorontalo, Aleksander Rante Habi, penggunaan dana desa ini pada 2016 hingga 2020. Dimana, dalam laporan itu dinamai fiktif. Sehingga pihak Tim Jaksa Penyidik melakukan penggeledahan.

“Tahun anggaran 2016 hingga 2020, dari hasil temuan Inspektorat, kerugian negara itu mendekati Rp 400 juta. Hari ini kami melakukan penggeledahan. Pada intinya kami juga telah melakukan penyidikan, hanya karena kami ingin ada alat bukti yang lebih mendukung, kami mencari dokumen asli,” jelas Aleksander Rante Habi kepada wartawan Kamis (30/09/2021).

Ditambahkan Aleksander Rante Habi saat penggeledahan itu berlangsung, mereka hanya memegang beberapa dokumen yang itu hanya copy nya saja. Itu masih belum mendukung proses penggeledahan. Sehingga kata dia, perlu dibuktikan dengan dokumen yang asli.

“Penggeledahan ini didampingi pihak Inspektorat. Kami melakukan pemantauan juga terkait beberapa item kegiatan yang dilakukan pada tahun 2016 sampai 2020,” tambah Aleksander Rante Habi.

Meski telah melakukan penggeledahan di desa sampai pada rumah mantan kepala desa, kata Aleksander Rante Habi, dokumen yang dicari masih belum bisa didapatkan.

“Memang masih ada saja kesulitan. Artinya dokumen yang kami cari belum bisa kami dapatkan. Akan tetapi tidak putus sampai disini, acuannya mungkin lebih ke laporan realisasi,” ucap Aleksander Rante Habi.

Terpisah, Kepala Desa Bongohulawa, Kecamatan Bongomeme, Muchtar Samsur Suprin mengatakan memang penggeledahan ini sudah diinformasikan terlebih dahulu. Sehingga, dalam proses penggeledahan sudah bisa mendampingi tim.

“Ketika tim Kejaksaan turun saya siap untuk membackup di lapangan, supaya tidak ada kesalahpahaman oleh masyarakat. Penggeledahan ini memang atas persetujuan saya selaku kepala desa,” kata Muchtar.

Muchtar Samsur Suprin menyampaikan hal yang sama seperti yang disampaikan Kasi Pidsus, Aleksander bahwa penggeledahan itu dilakukan untuk mencari dokumen aslinya.

“Yang ada di Kejaksaan itu hanya fotocopy. Maka mereka datang untuk mencari yang aslinya. Seperti berkas APBDes, APBDes Perubahan, juga terkait dengan dokumen keuangan desa,” kunci Muchtar Samsur Suprin. (***)

 

Penulis: Herman Abdullah

 

(Visited 79 times, 1 visits today)

Komentar