Senin, 28 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kejari Kabupaten Gorontalo Tetapkan Tiga Debitur jadi Tersangka

Oleh Deice Pomalingo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 15 Juli 2020 | 06:05 WITA Tag: , ,
  Kajari Kabupaten Gorontalo Supriyanto bersama tim penyidik menggelar konfersi pers penetapan tiga tersangka kasus kredit di salah satu bank di Gorontalo, Senin (13/07/2020). (Foto: Deice/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Jaksa Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo menetapkan tiga debitur sebagai tersangka dalam tiga perkara dugaan penyimpangan pelaksanaan pemberian kredit investasi  dan modal kerja pada salah satu bank di Gorontalo. Perkara ini diduga menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 22 miliar.

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, tiga tersangka yang dimaksud masing-masing inisial IA,  SM dan JM. Penetapan tersangka disampaikan pihak Kejari Kabupaten Gorontalo dalam Konferensi Pers yang digelar, Senin (13/07/2020).

Kepala Kejari Kabupaten Gorontalo Dr Supriyanto,MH mengatakan, dalam perkara tersebut, sebanyak 40 orang saksi telah dilakukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan ahli dan penyitaan barang bukti. Berdasarkan hasil penyidikan, kredit investasi diberikan kepada tiga orang debitur. AI senilai Rp 14.300.000.000, SM senilai Rp 5.000.000.000, dan MJ sebesar Rp 4.000.000.000. Ditemukan fakta proses pemberian kredit, baik dalam pelaksanaan verifikasi hingga disetujui terjadi dugaan penyimpangan.

BACA  Hindari Klaster Perkantoran, ASN di Badan Penghubung Jalani Swab Test

“Jaksa penyidik menemukan ketiganya melanggar regulasi pedoman perkreditan. Salah satu dari penyimpangan yang jelas terlihat terjadi mark up nilai jaminan yang menjadi agunan kredit sehingga tidak mencover besarnya kredit. Banyak sekali pelanggaran yang telah dilakukan,” ujar Supriyanto.

Selanjutnya, setelah ditemukan sejumlah dugaan pelanggaran, jaksa melakukan koordinasi dengan pihak perbankkan tentang bagaimana kelancaran pembayaran angsuran dan diduga mengalami masalah.

BACA  Menkopolhukam Apresiasi Hand Sanitizer Ala Gorontalo

“Yang didapatkan kredit macet dengan kolektibilitas 5 dan bank tidak bisa melakukan eksekusi terhadap agunan karena proses pemberian kredit tersebut melanggar hukum dan nilainya jauh dibawah nilai kredit yang diterima,” tutur Supriyanto.

Ia menambahkan, ditemukan, hasil kerugian negara setelah berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Provinsi Gorontalo dengan jumlah sebesar Rp 22.489.280.421.

“Untuk sementara setelah gelar perkara, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Apakah nanti ada tersangka lain atau tidak, tergantung penyidikan selanjutnya,  kalau ada fakta bahwa ada pihak lain yang punya peran dan harus bertanggungjawab dalam penyimpangan akan ditindaklanjuti. Intinya semua masih dalam proses, menunggu hasil secara komprehensif,” katanya.

BACA  Calon Kontestan Pilkada di Bone Bolango Bersedia Diberi Sanksi

Supriyanto menambahkan pula, soal penahanan, menunggu laporan tim penyidik. Ketiga tersangka disangkakan pasal 2 ayat (1) UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan dilapis pasal 3 UU nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (wie/gp/hg)


Komentar