Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kekurangan Modal, Perajin Kopiah Karanji Sulit Kembangkan Usaha

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 9 Maret 2017 | 23:29 PM Tag: ,
  

Limboto, Hargo.co.id – Pengrajin Kopiah Keranjang (Kopiah Karanji) asal Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, saat ini kesulitan modal usaha untuk mengembangkan salah satu produk unggulan Propinsi Gorontalo itu. Hal ini seperti diutarakan Hadjirah Abdullah (63), salah satu perajin kopiah karanji, saat ditemui dikediamannya di Dusun 5, Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Rabu (8/3).

Kepada wartawan Hadjira menjelaskan dalam memprodiksi kopiah keranjang, bahan dasar yang dibutuhkan adalah Minthu yaitu salah satu tumbuhan yang hanya tumbuh didaerah hutan, sehingga untuk mendapatkan bahan baku ini, ia bersama perajin lainnya terpaksa harus membeli kepada warga yang mengambilnya dari hutan.

” Bahannya diambil dari hutan, dan kami membeli minthu ini dengan harga Rp 150 ribu untuk satu ikatnya,” Ujarnya

Dari satu ikat minthu ini, Ibu yang pernah meraih penghargaan upakarti dari Presiden Ri tahun 1996 silam ini mengaku, dapat memproduksi hingga 20 buah kopiah karanji, sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu buah kopiah ini, antara 3-7 hari, tergantung tingkat kesulitan dan kepadatan anyamannya.

Namun demikian, ia mengaku salah satu kendala yang dihadapi bersama perajin lainnya adalah modal untuk membeli bahan baku tersebut, sehingga hal ini juga bisa menghambat tingkat produksi para perajin.

” Jika setiap perajin memiliki modal Rp 400 ribu, kita bisa memproduksi lebih banyak lagi kopiah karanjang, oleh karena itu kami tidak minta modal banyak, yang penting bisa menambah jumlah produksi, itu sudah cukup.” Pintanya dengan penuh harap.

Sementara itu, untuk harga dari setiap kopiah ini, para perajin di daerah ini mematok harga antara Rp 65.000 – Rp. 150.000, tergantung kepadatan anyamannya.

Sedangkan untuk pemasarannya, kopiah keranjang ini, sebagian besar dipasok ke pemilik toko-toko souvenir yang ada di Kota Gorontalo, sementara sebagain lagi dijual ke pasar-pasar tradisional.

“Disini kami lebih banyak melayani pesanan, itupun jika sudah membayar panjar terlebih dahulu baru bisa kita layani, selebihnya kita jual ke pasar.” Pungkasnya.

Selain Karao, Kopiah Karanji adalah salah satu kerajinan tangan yang dimiliki Daerah Gorontalo  dan sudah dikenal hingga ke tingkat nasional, olehnya pemerintah daerah diminta untuk tidak menutup mata, terhadap pengembangan sentra-sentra industri kerajinan tangan tradisional ini. (rvg/Hargo).

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar