Gorontalo

Kelahiran Tak Direncanakan Berpotensi Stunting

×

Kelahiran Tak Direncanakan Berpotensi Stunting

Share this article
Kelahiran Tak Direncanakan Berpotensi Stunting
Ketua TP. PKK, Fima Agustina dalam kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KB/KR di Wilayah Khusus, Selasa (30/4/2024). (Foto: Fahrul Hulalata untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Fima Agustina menyebut, kelahiran anak yang tidak direncanakan berpotensi sangat besar melahirkan anak yang stunting.

Berita Terkait:  Sukses Tekan Stunting dan Tingkatkan CKG, Gubernur Gusnar Apresiasi Nakes Gorontalo

Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KB/KR di Wilayah Khusus, Selasa (30/4/2024).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Kota Tengah tersebut juga dirangkaikan dengan Kegiatan Sosialisasi Cegah Stunting pada Keluarga Resiko Stunting, serta Pemberian Bansos oleh Baznas Provinsi Gorontalo.

Berita Terkait:  Wagub Idah Syahidah Warning SPPG: Jangan Manipulasi Harga

“Dengan adanya sosialisasi pada pasangan usia subur terkait pentingnya perencanaan kelahiran, diharapkan mampu untuk mencegah stunting,” kata Fima.

Dirinyamenambahkan, kedepannya sosialisasi terkait hal tersebut akan semakin ditingkatkan, demi menekan angka stunting di Provinsi Gorontalo.

Berita Terkait:  Kontingen Gorontalo Raih Medali Perdana di POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI

Fima menyebutkan, meskipun angka stunting di Provinsi Gorontalo termasuk tinggi,

namun di beberapa daerah lain ada yang stuntingnya lebih dari Gorontalo.

Kendati demikian, kata Fima, hal tersebut bukan untuk disenangi, karena dapat membuat lengah dan lalai dalam mengatasi stunting.

Berita Terkait:  Kembali Sidak Dapur SPPG, Wagub Idah Tekankan Aspek Kebersihan Food Tray MBG

“Makannya kegiatan-kegiatan seperti ini selalu kita adakan, dalam rangka pencegahan, agar stunting tidak bertambah,” tutur Fima Agustina.

Selain itu, Fima mengatakan bahwa presentase kunjungan ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Provinsi Gorontalo saat ini berada di peringkat satu.

Berita Terkait:  IKA HPMIG Makassar Gelar Rakor, Bahas Finalisasi Struktur Organisasi Hingga Program Kerja

“Hampir 100 persen, 99, (koma) sekian persen anak balita yang ada di Provinsi Gorontalo itu dibawa mengunjungi Posyandu,” pungkasnya.(*)

Penulis: Fahrul Hulalata/ Mahasiswa Magang UNGĀ 

Berita Terkait:  500 Nelayan di Gorontalo dapat Premi Asuransi dari Pemprov