Jumat, 30 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kelompok Geng Panah Wayer Ditangkap, Puluhan Panah Serta Alat Pembuatan Ditemukan, Ini Fotonya!

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Sabtu, 24 Februari 2018 | 10:19 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Team Alap-Alap buru sergap (Buser) Polres Gorontalo Kota akhirnya berhasil mengungkap para pelaku panah wayer yang sudah sangat meresahkan warga Kota Gorontalo ini. Sedikitnya, ada enam pemilik sekaligus pembuat panah wayer ditangkap. Dan rupa-rupanya, mereka punya nama kelompok sendiri, yakni “Geng Bodrex”.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, awal pengungkapan geng meresahkan ini bermula saat polisi mengamankan tujuh pemuda di jalan Adam Zakaria, Kecamatan Kota Utara, usai insiden tertancapnya panah wayer di leher kanan Hidayat Lasama (27).

Setelah tujuh pemuda itu diinterogasi, dan berdasarkan informasi yang dikumpulkan beberapa pekan terakhir, mulailah terungkap satu persatu batang hidung anggota Geng Bodrex ini. Tak menunggu beberapa lama setelah kejadian itu, tiga orang berhasil dibekuk. Masing-masing AF alias Akbar, R alias Aldi dan J alias Ucup.

Dan kemarin, Jumat (23/2), sekitar pukul 15.15 Wita, Kasat Reskrim, AKP Handy Senonugroho,SIK beserta tim Alap-alap Polres Gorontalo Kota langsung melakukan penangkapan terhadap enam orang yang diduga kuat sebagai pelaku dari beberapa kali kejadian panah wayer di Kota Gorontalo dan di beberapa tempat berbeda.

BACA  Gubernur Harap Musyawarah IV KADIN Lahirkan Pengurus yang Eksis

Enam pelaku tersebut ditangkap di rumah mereka masing-masing beserta barang bukti diantaranya, MR alias Anda (21) warga Kelurahan Paguyaman, Kecamatan Kota Tengah yang ditangkap beserta barang bukti delapan panah wayer dan satu buah katapel.

Kemudian RM alias Anto (20) warga Kelurahan Bulotadaa Barat, Kecamatan Sipatana yang ditangkap beserta barang bukti delapan mata panah wayer, satu katapel dan satu buah senjata tajam (Sajam) jenis lilang.

Selanjutnya AM alias Dika (15) warga Kelurahan Tanggikiki, Kecamatan Sipatana dan JM alias Jamal (30) warga Kelurahan Tapa, Kecamatan Kota Utara yang ditangkap di bengkelnya beserta barang bukti berupa satu buah Sajam jenis badik, satu buah gergaji besi dan kawat besi ukuran 5 inch yang biasa dibuat untuk mata panah wayer.

BACA  Diduga Bawa Narkoba, Pria di Kota Gorontalo Diringkus Polisi

Terakhir, AD alias Aldi (17) warga Kelurahan Tanggidaa, Kecamatan Sipatana dan RK alias Usman (19) warga Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, yang ditangkap dibengkelnya beserta barang bukti satu buah gurinda, satu buah palu, delapan buah kawat yang dijadikan mata panah wayer. Barang bukti tersebut rata-rata didapatkan oleh anggota di dalam lemari rumah mereka masing-masing setelah dilakukan penggeledahan.

Setelah para pelaku ditangkap beserta barang buktinya, mereka pun kemudian digiring ke Polres Gorontalo Kota. Sekitar Pukul 17.45 Wita, para pelaku ini diminta untuk mempraktekkan cara membuat panah wayer. Dan benar, AF alias Akbar, yang sudah diamankan sebelumnya pun dengan fasih memperagakan cara membuat barang mematikan ini dihadapan polisi.

“AF alias Akbar ini adalah ketua dari tim yang mereka sebut sebagai “Geng Bodrex” dan yang bersangkutan sering pula membuat panah wayer ini,” kata Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK melalui Kasat Reskrim AKP Handy Senonugroho,SIK, kemarin.

BACA  Gubernur Gorontalo Pimpin Operasi Penegakan Perda Protokol Kesehatan

Alumnus Akpol 2008 ini juga menjelaskan bahwa salah seorang pelaku, yakni JM alias Jamal yang merupakan pemilik bengkel di jalan Jhon Aryo Katilli (Eks Andalas) dijadikan tempat untuk membuat dan memproduksi panah wayer.

Setelah mereka membuat atau memproduksi panah wayer, kemudian barang tersebut dipergunakan untuk melakukan tindakan kejahatan di wilayah Kota Gorontalo, seperti membuat teror. “Mereka inilah dalang dari kasus-kasus panah wayer yang belakangan sering terjadi di wilayah Kota Gorontalo,” tegas Handy.

Oleh karena itu, perkara ini masih akan terus didalami guna mengungkap apakah ada keterlibatan atau pelaku lainnya. Pihaknya pula akan mencari tahu motif sekaligus peran dari para pelaku. “Ini masih akan kami kembangkan terlebih dahulu. Nanti akan kami gelar jika semuanya sudah lengkap,” katanya. Pihaknya juga berharap agar pelaku yang masih bersembunyi untuk bersifat kooperatif dan menyerahkan diri.(kif/hg)


Komentar