Kemarau Panjang, Danau Limboto Jadi Padang Rumput

Salah seorang warga Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo mengambil rumput yang akan dipakai untuk pakan ternak di areal Danau Limboto yang mengering akibat musim kemarau, Ahad (22/09/2019). (Foto Natha/Hargo.co.id)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kondisi Danau Limboto semakin ‘sekarat’ dengan datangnya musim kemarau. Sebagian wilayanya kini sudah menjadi padang rumput. Ketika situasi ini membuat banyak nelayan danau parkir perahu, mulailah bermunculan para pencari pakan ternak.

Seperti terlihat pada Ahad (22/09/2019), beberapa pria tampak duduk sambil memotong rumput di sekitar Danau yang tengah mengering. Ketika ditanya perihal apa alasan memotong rumput tersebut, sontak jawabannya untuk makanan sapi.

Musim kemarau panjang membawa beragam bencana di Gorontalo. Dari kekurangan air, kebakaran lahan hingga mengeringnya sungai dan danau. Namun, fenomena itu ternyata menjadi berkah bagi peternak sapi dan kambing. Akibat kekeringan, kini muncul ladang rumput terhampar hijau disekitar Danau Limboto. Kemunculan rumput tersebut disambut gembira para peternak.

Aki (29) warga Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, terlihat sedang memotong rumput di danau Limboto. Air danau yang telah surut hingga 20 meter dari permukaan biasanya, menjadi ladang pakan ternak miliknya.

“Allhamdulillah, air surut rumput lebih mudah didapat, tidak perlu jauh-jauh atau beli di pasar,” ujar gembala sapi itu ketika ditemui awak media, Ahad (22/09/2019).

Biasanya Aki mesti merobek kantong untuk mendapatkan pakan ternak. Tiga ekor kambing dan seekor sapi miliknya mampu menghabiskan satu karung rumput dalam waktu sehari. Dengan uang Rp 12 Ribu, dia hanya bisa membeli satu karung untuk empat ekor ternaknya.

“Sejak danau surut, tidak pernah beli pakan dipasar. Cukup datang ambil disini dan masih tersedia banyak,” katanya. (gp/hg)

-