Jumat, 27 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kembali Tampil ke Publik, Kim Jong Un Langsung Copot Sejumlah Pejabat

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Minggu, 17 Mei 2020 | 14:05 WITA Tag: , ,
  Kim Jong Un mencopot pengawalnya yang juga bertindak sebagai mata-mata untuk Korea Utara (Reuters-KCNA)


Hargo.co.id, PYONGYANG – Setelah diterpa isu meninggal dunia dan akhirnya muncul lagi ke publik, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan siapa yang paling berkuasa. Kim kembali menunjukkan sikap diktator dengan mencopot pengawalnya yang selama ini berperan sebagai mata-mata. Kim secara tak terduga mengganti kepala agen mata-mata menurut laporan media Korea Selatan.

Seperti dilansir Jawapos.com, Jumat (15/5), Kementerian Unifikasi Seoul mengatakan Kim mengganti Jang Kil-song yang menjabat Direktur Reconnaissance General Bureau (RGB) dengan Letjen Rim Kwang-il seperti dilaporkan The Korea Herald. Rim juga ditunjuk sebagai anggota Komisi Militer Pusat dari Partai Buruh yang berkuasa.

BACA  Tak Mengakui Hasil Pilpres AS, Biden Sampaikan Pernyataan Keras kepada Trump

Jenderal Angkatan Darat Yun Jong-rin yang telah melindungi Kim sejak 2010, digantikan oleh Kwak Chang-sik sebagai komandan Pengawal Tertinggi yang baru. Dia juga anggota komite pusat partai yang berkuasa.

Tidak ada alasan terkait pencopotan itu dilakukan. Langkah-langkah lain Kim termasuk penunjukan sosok Hyun Song-wol, yang memimpin semua kelompok perempuan Moranbong di Korea Utara, menjadi wakil direktur departemen propaganda dan agitasi.

BACA  Melani Berencana Ceraikan Donald Trump Usai Kalah di Pilpres AS

RBG selama ini berada di belakang operasi mata-mata Korea Utara, perang dunia maya dan serangan-serangan lain terhadap Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat. Para pejabat Korea Selatan percaya badan tersebut berada di balik serangan 2010 terhadap salah satu kapal angkatan lautnya yang menewaskan 46 pelaut.

Perombakan kabinet itu diumumkan oleh Kementerian Unifikasi dalam publikasi tahunannya. Perombakan itu tampaknya lantaran Kim sedang berusaha memperketat cengkeramannya pada kekuasaan dengan menempatkan para pembantu utama di jabatan-jabatan strategis.

“Tahun lalu, 80 persen anggota politbiro diganti dan sembilan dari 11 anggota, atau 82 persen, dari Komisi Urusan Negara diubah,” kata seorang pejabat kementerian.

BACA  34 Jam Tertimpa Reruntuhan, Pria Lansia Ini Selamat dari Gempa Turki

“Situasi ini menunjukkan pergeseran generasi. Kim fokus pada perombakan personel berbasis kinerja. Dapat dilihat bahwa Kim juga memiliki kekuatan konsolidasi di negara tersebut,” ujar pejabat itu.(ep/mhv/jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul: “Usai Kembali Tampil ke Publik, Kim Jong Un Tunjukkan Kediktatorannya”. Pada edisi Sabtu, 16 Mei 2020.

Komentar