Selasa, 29 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kemendagri Imbau Masyarakat Lapor Jika Ada Pungli Pengurusan Adminduk

Oleh Jamal De Marshall , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 17 Februari 2020 | 18:06 WITA Tag:
  Dirjen Dukcapil Zudan Arief saat menyosialisasikan perekaman e-KTP dan Kartu Identitas Anak kepada warga Suku Baduy, Senin (19/2) (Juneka / Jawa Pos)


Hargo.co.id – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh, mengingatkan agar petugas administrasi administrasi kependudukan (Adminduk) agar tidak menarik minat pengguna.

Menurutnya, jika ada petugas pelayanan Adminduk yang memungut biaya atas jasa pembuatan kependudukan, masyarakat segera melapor ke pemerintah daerah, agar petugas yang dapat ditindaklanjuti segera ditindaklanjuti.

BACA  Jaga Netralitas ASN pada Pilkada, Kemendagri Tolak 4.156 Usulan Mutasi

“Keputusan menggratiskan seluruh biaya administrasi kependudukan sebagai kebijakan pemerintah pusat. Jadi sampai di tingkat bawah, ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, ”kata Zudan dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/2).

Pelayanan administrasi yang digratiskan untuk pembuatan akte kelahiran, kartu keluarga (KK), kartu identitas anak (KIA) hingga KTP elektronik (e-KTP). Namun, jika ada petugas yang memungut biaya atas jasa layanan pembuatan kependudukan, masyarakat dapat segera melapor ke pemerintah daerah.

BACA  Siap-siap, Pelanggar Protokol Kesehatan Saat Pilkada 2020 Bakal Disanksi

Terkait pembuatan e-KTP, kata Zudan, Kemendagri telah menyiapkan blangko sebanyak 16 juta keping. Jumlah itu sudah terdistribusi ke daerah, sekitar 3,3 juta keping dan sudah terpakai untuk skor e-KTP sebanyak 1,9 juta keping.

BACA  Dijual, Surat Nikah dan Cerai Inggit-Soekarno Kebanjiran Peminat

“Jadi masih ada 1,4 juta keping stok di daerah yang siap digunakan. Disdukcapil di daerah tidak perlu menerbitkan Suket baru, ”pungkasnya.

*Berita ini juga terbit di jawapos.com edisi senin 17 februari 2020


Komentar