Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kemendagri Minta Pemda Rutin Laporkan Inovasi Daerah

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Kamis, 5 Agustus 2021 | 08:05 Tag: , ,
  Sekdaprov Darda Daraba didampingi Staf Ahli Gubernur Yosep Koton, Kepala BP Ekbang Sagita Wartabone, serta Kabag di Biro Organisasi saat mengikuti webinar best pratice inovasi daerah dan penilaian indeks inovasi daerah tahun 2021 secara virtual, di ruang Huyula kantor Gubernuran Gorontalo, Rabu (04/08/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Daerah (Pemda) baik Provinsi, Kabupaten dan Kota diwajibkan untuk melaporkan inovasi daerahnya masing – masing kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Pernyataan itu diungkapkan langsung oleh Agus Fatoni selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Dalam Negeri, melalui kegiatan webinar best pratice inovasi daerah dan penilaian indeks inovasi daerah tahun 2021, yang berlangsung secara virtual, Rabu (04/08/2021).

Hal tersebut sesuai pasal 388 UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Di situ disebutkan bahwa kepala daerah melaporkan inovasi daerah yang akan dilaksanakan kepada Mendagri.

Selanjutnya Fatoni mengatakan inovasi yang dilaporkan tersebut bakal dilakukan penilaian oleh Kemendagri.

“Jadi ada kewajiban daerah untuk melaporkan inovasinya kepada Mendagri. Pelaporan dilakukan secara elektronik tidak harus melaporkan secara fisik, sehingga dapat diakses oleh seluruh daerah dan perkembangannya pun bisa diikuti,” kata Agus Fatoni.

Lanjut Agus Fatoni juga menuturkan, inovasi bukanlah sebuah tujuan tetapi merupakan metode atau cara menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Inovasi yang dilakukan oleh daerah ini tentunya akan mendongkrak dan juga bisa mengangkat inovasi ditingkat global.

Agus Fatoni berharap dengan adanya inovasi, pemda bisa meninggalkan budaya kerja lama menuju budaya kerja baru yang lebih inovatif.

“Pekerjaan yang rutin rutin saja, berfikir sempit, tidak bekerja sama itu berubah menjadi bekerja dengan cara cara yang efektif, efisien, lebih inovatif tidak tersekat-sekat lagi,” Harap Agus Fatoni.

Selain itu ia juga mengingatkan agar pemda yang belum melaporkan hasil inovasi agar segara melakukan pelaporan. Adapun batas waktu pengumpulan data inovasi daerah diperpanjang hingga 17 September 2021.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba usai mengikuti webinar tersebut meminta seluruh OPD seriusi pendataan dan pengusulan inovasi daerah. Selama ini, Darda menilai Pemprov Gorontalo bukan tidak berinovasi tapi kurang dilaporkan dengan baik melalui sistem yang ada.

“Kita masih punya waktu karena pengumpulan data inovasi daerah diperpanjang hingga September nanti,” imbuh Darda Daraba.

Dari data penilaian Inovasi daerah melalui indeks Inovasi Daerah pada tahun 2020 telah melahirkan 17.779 inovasi, yang terdiri dari 2338 kategori tata kelola pemerintahan, 10.783 inovasi pelayanan publik dan 4658 inovasi lainnya yang tersebar di 34 Provinsi, 360 kabupaten dan 90 kota. Jumlah inovasi tersebut naik secara signifikan dari tahun 2019 di mana hanya 27 provinsi, 177 kabupaten dan 58 kota yang melaporkan inovasinya.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo.
(Visited 15 times, 1 visits today)

Komentar