Kamis, 15 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kemendikbud Beberkan Konsep Guru Penggerak

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Edukasi Kabar Nusantara , pada Kamis, 28 Mei 2020 | 10:05 WITA Tag: , ,
  Foto Murid dan Guru. Konsep guru penggerak merupakan inovasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. (dok JawaPos.com)


Hargo.co.id, JAKARTA – Konsep guru penggerak merupakan inovasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Harapannya, para pengajar itu akan menjadi pemimpin-pemimpin pendidikan.

Dijelaskan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril, para guru penggerak ini nanti program yang akan kita lakukan adalah mendorong guru-guru yang sudah memiliki kemampuan untuk memahami pembelajaran yang berorientasi pada murid. Sebagaimana dilansir Jawapos.com, Rabu (27/5).

“Mereka nantinya akan mengikuti sebuah proses pendidikan, pelatihan yang intensif dan harapannya mereka bisa menjadi figur guru yang bisa memimpin arah pendidikan nasional,” kata Iwan.

BACA  Erick Thohir dan Anindya Bakrie Segera Miliki Klub Liga Inggris Oxford United

Menurut Iwan, berkaca dari pengalaman sejumlah pelatihan di masa lalu yang mengalami resistensi ketika akan diterapkan di sekolah, maka Kemendikbud berusaha untuk menciptkan permodelan baru, hal ini sangat penting karena menyangkut pada ekosistem pendidikan nasional.

“Karena sering kali guru-guru itu kalau sudah dapat pelatihan, kembali ke sekolah, kadang-kadang kita mendengar pembelajaran aktif yang dipelajarinya di pelatihan itu tidak didukung oleh kepala sekolahnya karena dianggap muridnya kok jadi ribut, kelasnya jadi lebih berantakan,” jelas Iwan Syahril.

BACA  Berita Duka, Tokoh Buruh Indonesia Muchtar Pakpahan Wafat

“Sementara yang kita mau engagement itu memang harus aktif. Yang namanya belajar memang agak berantakan. Learning is messy, jadi tidak tampak selalu bersih dan tertib. Karena murid harus aktif, namanya kolaborasi, komunikasi ya enggak mungkin diem-dieman,” paparnya.

“Sering kali hal ini kurang dimengerti oleh pemimpin pendidikan, mungkin kepala sekolah atau pengawas. Ini yang nanti kita mau dorong melalui pelatihan yang khusus untuk guru penggerak,” terang Iwan.

BACA  Indonesia Akan Terima Tambahan 10 juta Dosis Sinovac pada April

Iwan juga menuturkan, filosofi guru penggerak yakni memberdayakan. Karena mereka dipilih dan dari daerha-daerah. “Menurut saya sebaiknya diisi oleh guru-guru yang sudah disiapkan untuk calon-calon kepala sekolah,” pungkas Win.(dr/jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul yang sama. Pada edisi Rabu, 27 Mei 2020.

Komentar