Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kemendikbud Siap Jalankan Unas

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Rabu, 21 Desember 2016 | 16:27 Tag: , ,
  

JAKARTA, hargo.co.id – Tahun ini bisa dibilang rekor persiapan ujian nasional (unas) paling buruk. Sebab kepastian pelaksanaan unas tahun depan diputuskan setengah bulan jelang pergantian tahun.

Namun Kemendikbud meyakinkan masyarakat bahwa mereka siap menjalankan unas sebaik-baiknya.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud Daryanto mengakui bahwa yang muncul di permukaan adalah kementerian mengusulkan moratorium Unas 2017.

’’Tapi moratorium itu kan salah satu opsi saja,’’ katanya kemarin. Sementara opsi lainnya adalah unas tetap berjalan.

Jadi Daryanto menegaskan Kemendikbud tetap menjalankan persiapan unas dengan beragam antisipasi. Termasuk antisipasi apakah unas jadi dihentikan atau tetap dilanjutkan. Kemendikbud bahkan mengklai persiapan unas di tingkat kementerian sudah mencapai 80 persen.

Diantara persiapan yang menyita tenaga ekstra adalah percetakan naskah ujian. Sementara untuk butir soal ujian, Kemendikbud sudah memiliki gudang soal unas. Tinggal mengambil sebagian dari yang tersimpan di gudang soal ujian itu.

Terkait dengan tender naskah ujian, Daryanto tidak mengetahui teknisnya. Dia mengatakan tender naskah unas menjadi kewenangan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud.

Merujuk proses tender naskah unas 2016 saat ini kementerian masih punya waktu. Sebab dalam tender naskah unas 2016, prosesnya baru dimulai Februari. Pihak percetakan efektif mulai mengerjakan naskah sepanjang Maret. Kemudian April ujian dimulai serentak di seluruh Indonesia.

Menteri Ristekdikti Muhammad Nasir mengatakan setelah unas dipastikan lanjut, mereka ikut membantu kualitas pembelajaran yang belum seragam.

’’Yang kita garap adalah meningkatkan kualitas guru lulusan LPTK (lembaga pendidik tenaga kependidikan, red),’’ kata nasir usai penyerahan beasiswa Rp 1,5 miliar dari Lippo Group kemarin.

Nasir mengakui selama ini ada guru jebolan LPTK yang kualitasnya belum bagus. Diantara cara meningkatkan mutu guru adalah dengan menyelenggarakan program pendidikan guru dengan baik. Nasir bahkan menginginkan pendidikan profesi guru dibuka untuk calon guru bukan lulusan FKIP.

Rektor Universitas Jember Moh. Hasan mengatakan dalam beberapa tahun terakhir peran kampus dalam penyelenggaraan unas mulai menurun. ’’Tetapi saya pribadi mendukung unas tetap dilanjutkan,’’ katanya.

(Visited 8 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3


Komentar