Sabtu, 16 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kemenkes Tetapkan Batas Tarif Rapid Test Tertinggi Rp 150 Ribu

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 8 Juli 2020 | 23:05 WITA Tag:
  Petugas medis mengambil sampel darah pada saat melakukan rapid test Covid-19. Kemenkes menetapkan batasan tarif rapid test yakni tertinggi Rp 150 ribu (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)


Hargo.co.id, JAKARTA – Harga pemeriksaan uji Rapid Test Covid-19 di lapangan bervariasi. Sebagian mematok harga yang mahal atau memberatkan bagi masyarakat. Maka Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan menetapkan tarif pemeriksaan rapid test tertinggi sebesar Rp 150 ribu.

Seperti yang dilansir JawaPos.com, Penetapan tarif tersebut berlaku mulai tanggal 6 Juli 2020. Rapid test menjadi salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi apakah terinfeksi Covid-19 dalam tubuh manusia. Pemeriksaan rapid test hanya merupakan penapisan awal.

BACA  Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

Selanjutnya, hasil pemeriksaannya harus tetap dikonfirmasi melalui pemeriksaan PCR. Pemeriksaan rapid test bisa dilakukan di fasilitias pelayanan kesehatan atau di luar itu selama dilakukan oleh tenaga kesehatan.

“Harga yang bervariasi untuk melakukan pemeriksaan rapid test menimbulkan kebingungan di masyarakat. Maka dari itu Kementerian Kesehatan telah menetapkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan rapid test,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo, dalam keterangan tetulis, Selasa (7/7).

BACA  Pemda Bisa Jatuhkan Sanksi Bagi Masyarakat yang Menolak Vaksinasi Covid-19

Kementerian Kesehatan telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh kepala dinas kesehatan kabupaten/kota dan provinsi, serta ketua organisasi bidang kesehatan di seluruh Indonesia mengenai batasan tarif tertinggi pemeriksaan rapid test. Dalam surat edaran tersebut diinstruksikan kepada fasilitas pelayanan kesehatan yang melaksanakan pemeriksaan rapid test untuk membatasi tarif pemeriksaan maksimal Rp 150 ribu.

Bambang mengatakan besaran tarif tersebut berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan rapid test atas permintaan sendiri. Selain itu pemeriksaan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.

BACA  Maklumat Kapolri tentang FPI Mengancam Tugas Utama Jurnalis

“Pemeriksaan rapid test harus dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (ep/mhv/jawapos/hg) *)

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayan di JawaPos.com dengan judul: “Kemenkes Tetapkan Tarif Rapid Test Dibatasi Tertinggi Rp 150 Ribu“. Pada edisi Rabu, 08 Juli 2020.

Komentar