Senin, 23 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kemenpar Jadikan Route Raja Salman Amunisi di Arabian Travel Market 2017

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 8 April 2017 | 14:57 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama industri pariwisata nasional siap-siap menggeber penjualan pariwisata Indonesia di Arabian Travel Market (ATM), 24-27 April 2017 mendatang.
Kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia, Maret silam, dijadikan senjata pamungkas untuk menjual paket perjalanan wisata ke Indonesia. Menpar Arief Yahya menyebut Raja Salman Route.
Tahun ini, adalah partisipasi ke-15 Indonesia di acara tersebut. Dan seperti biasanya, Wonderful Indonesia tak ingin absen di pasar turisme terbesar di Jazirah Arab itu.
Di ATM 2017 nanti, kementerian yang diremote Arief Yahya itiu akan menggandeng sekitar 50 industri pariwisata meliputi operator tur, restoran, dan hotel. Misi mereka sama. Semua akan menjual produk destinasi pariwisata Indonesia secara terintegrasi kepada calon wisatawan Timur Tengah.
“Keuntungan paling signifikan dengan berpartisipasi dalam ATM adalah kita bisa membangun jaringan dengan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam industri pariwisata global.
Apalagi setelah kedatangan Raja Salman beberapa waktu lalu, Kesempatan ini membantu kita menerima umpan balik dan bertukar market selain dari penawaran pertemuan B2B,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Promosi Pariwisata Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, Jumat (7/4).
Menurut Pitana, berpartisipasi di ATM tahun ini akan lebih mudah menjerat pangsa pasar wisata kawasan Timur Tengah sangat besar.
Dirinya optimistis akan banyak yang menyoroti stand Indonesia berkat kunjungan Raja Salman yang menjadi viral di Timur Tengah. Apalagi cerita soal penambahan jumlah hari di Bali itu.
“Kedatangan Raja Salman kemarin itu sudah menjadi viral di mana-mana. Kami akan manfaatkan ini untuk menjual paket wisata King Salman Route.
Pasar Timur Tengah masih besar dan pengeluaran mereka di atas rata-rata. Umumnya, durasi plesiran wisatawan Timur Tengah 8,5 hari dengan pengeluaran rata-rata per pengunjung USD 1.190,” jelas Pitana.
Saat ini, Indonesia tengah berupaya mengejar raihan Malaysia yang sukses mendatangkan 300.000 wisatawan Timur Tengah dan Thailand mendatangkan 800.000 wisatawan Timur Tengah. Menurut Nia, wisatawan asal Timur Tengah sangat berpotensi mengisi target pertumbuhan wisatawan 12 persen per tahun dan 20 juta pengunjung pada tahun 2019.
 “Kami optimistis bisa mencapai target tersebut. Apalagi, Kementerian Pariwisata fokus pada promosi alam, bahari, budaya, kuliner dan buatan manusia. Dan itu semua sangat disukai wisatawan Timur Tengah,” ungkap Pitana.
 Nia Niscaya menambahkan, Kemenpar sudah membuktikannya di pasar Tiongkok. Setelah gencar berpromosi di sana, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan Tiongkok sangat signifikan. Bila promosi di kawasan Timur Tengah juga digencarkan, hal yang sama bisa terjadi juga.
“Di Dubai nanti, kami membidik wisatawan keluarga dari Timur Tengah yang bisa berlibur dua hingga tiga minggu selama musim panas. Biasanya mereka mengajak seluruh anggota keluarga,” kata Nia.
BACA  Arab Saudi Kembali Tutup Akses Umrah untuk Jemaah Indonesia

Laman: 1 2


Komentar