Kamis, 18 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kemenpar MoU dengan Helicity, Wisatawan ke Destinasi Pariwisata dengan Helikopter

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 27 September 2017 | 13:18 Tag: , ,
  

Hargo.co.id JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus menjalin kerjasama dengan berbagai industri pariwisata. Dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata III di Birawa Hall Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (26/9), Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu menandatangani memorandum of understanding (MoU) PT Whitesky Aviation mengenai co-branding partnership Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

Dengan adanya program tersebut menandai babak baru pariwisata di Tanah Air.
Pariwisata menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki Indonesia. Sektor ini dapat menjadi motor ekonomi Indonesia apabila seluruh sumber daya sektor ini dan sektor-sektor pendukungnya bersinergi secara optimal.

Diantara 14 brand yang terlibat dalam co-branding partnership tersebut, Helicity yang bergerak di bidang transportasi, khususnya helikopter. Transportasi menjadi sarana yang sangat penting untuk pariwisata. Apalagi transportasi udara menjadi transportasi yang sangat tepat bagi negara yang berbentuk kepulauan, seperti Indonesia. Dengan helikopter sangat memungkinkan menjangkau lokasi-lokasi pariwisata yang terpencil sekalipun, dengan waktu yang lebih efisien.

Adanya transportasi udara menggunakan helikopter dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Contohnya, Brazil memanfaatkan helikopter untuk helitour. Helikopter akan membuat moda transportasi untuk pariwisata semakin lengkap dan memberikan pengalaman baru dalam berwisata. Dengan program helitour akan mendapatkan pengalaman yang berbeda, sudut yang berbeda.

“Wisman akan mengalami sensasi perjalanan yang berbeda dengan menggunakan helikopter. Tidak hanya terhindar dari macet, tapi anda bisa melihat hamparan gunung, sungai atau laut tampak dari helikopter,” kata CEO Whitesky Aviation, Denon Prawiraatmadja di Jakarta, Selasa (29/9).

Denon menyebut, Pulau Bintan yang dilirik Helicity untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) high end dengan daya saing dan potensi tinggi karena bersebelahan dengan Batam, Singapura, dan Malaysia. Tak heran, perusahaan yang bergerak di bidang transportasi udara, Helicity sedang menyiapkan ekspansi layanan terbang menggunakan helicopter ke pulau Bintan.

“Pulau Bintan salah satu wilayah di Kepulauan Riau yang sangat menjanjikan secara ekonomi dan wisata. Kami juga memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung perkembangan ekonomi daerah, terutama sektor pariwisata. Whitesky kelak melayani berbagai kepentingan di Bintan, seperti pariwisata, medis hingga industri,” ujarnya.

Diperkirakan lebih dari 500 ribu wisatawan masuk ke Bintan setiap tahunnya, sebagian besar merupakan wiasatawan mancanegara. Mereka masuk melalui Batam, Singapura maupun Malaysia dan adanya Bandara Internasional akan memungkinkan wisatawan untuk langsung ke Bintan dari Jakarta.

“Meski demikian, dengan melihat potensi Bintan tidak menutup kemungkinan Whitesky akan terus berinvestasi dalam berbagai lini ke depan seperti misalnya Helicity, Helimedic hingga jasa perawatan pesawat atau disebut bisnis maintenance, repair dan overhaul (MRO),” ujarnya.

“Salah satunya melalui paket kebijakan ekonomi, berupa bea masuk 0% untuk spare part pesawat dan helikopter sehingga memungkinkan pengembangan moda transportasi helikopter ini jauh lebih terjangkau,” tambah Denon.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku senang Whitesky Aviation telah memilih Bintan sebagai pilihan destinasi. Menurutnya, transportasi helicopter yang sesuai untuk Indonesia sangat diperlukan untuk dunia pariwisata.

“Bintan memang sangat diminati wisatawan-wisatawan dalam bentuk korporat atau VIP. Selain itu transportasi helikopter juga digunakan untuk emergency dan penanggulangan bencana. Ini juga dapat dimanfaatkan sebagai alat sarana penyelamatan terhadap kecelakaan yang menimpa wisatawan,” kata Menpar Arief Yahya.

Kementerian Pariwisata berkomitmen akan terus menjual wisata Bintan sebagai wisata andalan selain Bali. Alasannya, Bintan memiliki keunikan tersendiri sehingga layak dijadikan wisata andalan Indonesia. Bali masih menjadi destinasi terbanyak dikunjungi wisatawan asing. Selain pulau dewata, Bintan dan Batam, dua kota yang menjadi andalan terbaru Indonesia memasarkan pariwisata di luar negeri.

“Keunggulan Bintan, dekat Singapura, negara yang masyarakatnya gemar melancong. Dengan waktu tempuh yang hanya 45 menit, Bintan diuntungkan dengan kedatangan orang Singapura untuk liburan. Kami ingin wisatawan yang membanjiri Bintan tak hanya dari Singapura, tapi juga negara lain,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar menambahkan, sejumlah negara maju berpenduduk padat juga sudah memanfaatkan teknologi helikopter sebagai transportasi antar kota dan untuk wisatawan. “Negara seperti Brazil, China, dan Amerika Serikat sudah menggunakannya, dengan penerbangan mencapai 1.500 hingga 2000 per hari,” tukasnya.(HG)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar