Senin, 24 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kementerian PPPA Anugerahi APE untuk Gorontalo Utara

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:05 AM Tag: , ,
  Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin sambil memegang piagam dan piala APE bersama dengan Dinas PPPA. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Gorontalo Utara (Gorut) mendapat Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Itu diberikan untuk predikat Pratama 2020, dan merupakan kali pertama bagi Gorontalo Utara, yang penganugerahannya dilaksanakan secara virtual via zoom meeting di Aula Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Terhadap anugerah tersebut, Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin atas nama pemerintah dan masyarakat menyampaikan terima kasih banyak kepada KemenPPPA. 

“Tentunya dasar pemberian anugerah tersebut berdasarkan beberapa penilaian terhadap pemberdayaan perempuan,” ungkapnya.

Lanjut Indra Yasin, mengatakan bahwa yang dinilai itu, bagaimana kita memberikan peran kepada kaum perempuan untuk mengambil bagian dalam pembangunan. Karenanya kita tidak boleh lagi berprinsip bahwa perempuan itu hanya sebagai objek pembangunan saja. 

“Tetapi juga sebagai subyek pembangunan. Dia harus mengambil peran, saling bahu membahu dengan kaum pria dan dengan demikian pembangunan itu bisa berjalan lebih kiat lagi karena berbarengan antara pria dan wanita,” jelasnya. 

Ia mengungkapkan, di Gorontalo Utara, pihaknya tentu telah memberikan peran kepada kaum perempuan di hampir semua lini bidang kerja. 

“Mereka sudah mengambil peran seperti kepala desa, begitu banyak kepala desa yang terdiri dari kaum perempuan. Begitu juga camat, walaupun tahun ini cuma 1 tapi ada sekcam dari kaum perempuan,” kata Indra Yasin.

Nah, begitu juga di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Indra Yasin mengaku, pihaknya sudah memberikan kepercayaan kepada kaum ibu yang eselon II. 

“Bahkan, pada waktu yang lalu itu, sampai ada yang menjadi asisten,” imbuhnya. 

Selain memberi peran kepada kaum perempuan untuk kiprah di dalam pelaksanaan pembangunan, Pemda juga tidak  melupakan perlindungan kepada anak. 

“Karena anak itu yang nantinya akan menjadi penerus kader-kader bangsa. Mereka penerus untuk pembangunan di masa depan,” terangnya. 

Oleh sebab itu, Indra mengatakan, perhatian pemerintah daerah, misalnya khusus dalam hal stunting. Sehingga generasi muda tidak ada yang kekurangan gizi. 

“Makanya, beberapa waktu lalu, pemerintah daerah, sudah mencanangkan juga bahwa ada wajib bagi kaum wanita untuk menyusui anaknya itu maksimal 2 tahun, sesudah itu boleh manfaatkan makanan tambahan, ini upaya pemerintah,” kata Indra Yasin. 

Tak hanya itu, anak-anak usia remaja yang perempuan diberikan pil untuk mereka. Sehingga saat masuk usia pernikahan, di harapkan setelah menikah akan melahirkan anak-anak yang benar-benar berkualitas. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 19 times, 1 visits today)

Komentar