Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kemiskinan Masih Jadi Tolak Ukur Kemajuan Daerah

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Minggu, 5 Desember 2021 | 06:05 AM Tag:
  Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu menjadi salah satu narasumber pada rakor penanggulangan kemiskinan 2021. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Bupati Gorontalo Utara (Gorut). Thariq Modanggu menegaskan bahwa kemiskinan merupakan tolak ukur kemajuan suatu daerah. Makanya, perlu upaya untuk menanggulangi kemiskinan yang ada pada masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Thariq Modanggu saat menjadi narasumber pada Rakor penanggulangan kemiskinan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) beberapa waktu lalu. Rakor tersebut menghadirkan para pemangku kepentingan, termasuk Pendamping PKH, BPNT dan tak ketinggalan Pendamping Keluarga Ceria.

“Terkait dengan isu kemiskinan masih menjadi hal yang dikedepankan dalam program pembangunan dalam daerah. Selain itu juga kemiskinan masih menjadi tolak ukur kemajuan suatu daerah. Jika masih banyak rakyat miskin, maka daerah itu belum dikatakan maju,” kata Thariq Modanggu. 

Masih pada kesempatan yang sama, Thariq Modanggu menegaskan bahwa Rakor penanggulangan kemiskinan ini merupakan salah satu tugas dari pada Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Gorontalo Utara. 

“Tentu melalui Rakor ini, kita punya pemahaman yang sama, Soal bagaimana efektifitas bantuan dari berbagai lembaga itu benar-benar bisa tepat sasaran dan efektif. Artinya, produktif dan menghasilkan,” ungkap Thariq Modanggu. 

Lanjut, koordinasi lintas program, OPD dan lembaga pendampingan, apakah PKH, BPNT dan Pendamping Desa serta tentu Pendamping Keluarga Ceria. 

“Karena kalau itu dilakukan, maka akan terjadi sinkronisasi, pendekatan sistematis dan bertahap,” terangnya. 

Kemudian kaitan dengan pengurangan beban masyarakat. 

“Jadi, salah satu strategi penanggulangan kemiskinan adalah mengurangi beban biaya dari masyarakat, melalui berbagai bantuan, termasuk meningkatkan usaha dan ekonomi untuk kemudian disinkronkan,” ujarnya.

Kemudian yang terakhir berkaitan dengan perkembangan data kemiskinan di Gorontalo Utara. Di mana, berdasarkan hasil survey oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Gorut naik dari 16,88 persen menjadi 17,23 persen. 

“Meski memang, secara keseluruhan daerah di Provinsi Gorontalo naik dan kita berada di urutan keempat daerah yang angka kemiskinannya naik dari tahun sebelumnya. 

Tentu ini bisa dimaklumi secara provinsi dan nasional, karena efek dari pandemi Covid-19,” imbuhnya. 

Dan pada rakor penanggulangan kemiskinan tahun ini, Thariq mengatakan, memang ada yang berbeda. Kini, penanganan stunting masuk dalam tugasnya sebagai wakil bupati.

“Karena peraturan yang baru ini, penanganan stunting bukan lagi di bawah koordinasi sekda, tetapi langsung ke wakil bupati,” tukasnya. 

Makanya, sengaja pada kesempatan itu, Thariq Modanggu menggabungkan pembahasan mengenai penanganan stunting dengan rakor tersebut. 

“Nanti akan ada pertemuan khusus untuk membahas hal lain. Di mana, akan ada rakor lebih khusus lagi soal pendampingan,” imbuhnya. 

Jadi seluruh elemen pendamping yang ada di Gorontalo Utara itu kita akan kumpul untuk melihat. Karena sasarannya sama tetap rumah tangga Gorontalo Utara, sehingga, itu yang kita coba sinkronkan. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 10 times, 1 visits today)

Komentar