Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kenali Pemicu Anak-anak Menyukai Kekerasan

Oleh Tirta Gufrianto , dalam LifeStyle , pada Jumat, 2 Oktober 2020 | 11:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi tawuran. Foto/ilustrasi: dokumen JPNN.Com


Hargo.co.id, JAKARTA – Psikolog Oriza Sativa mengatakan, ada penyebab kenapa anak-anak menyukai kekerasan.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Menurutnya, anak-anak terkena paparan dari apa yang dilihat dan didengar dalam lingkungannya.

“Anak menjadi suka kekerasan salah satunya karena paparan dengan apa yang dia lihat,” ujar Oriza, saat berbincang dengan JPNN, Sabtu (12/9).

BACA  Ini Dia 5 Manfaat Konsumsi Ikan Tenggiri

“Main gebuk-gebukan, berdarah-darah, dan hingga kematian bikin orang gemas,” sambung lulusan Universitas Katolik Soegijapranata itu.

Oriza kemudian mengutip teori John Locke. Menurutnya, manusia itu dilahirkan seperti kertas putih.

“Menjadi ternoda, dinodai dengan tinta biru, merah dan lainya dalam lingkungan,” ungkapnya.

BACA  Dampak Buruk Sering Minum Minuman Boba

Bahkan, lanjut Oriza, faktor budaya juga menjadi pemicu seseorang menyukai kekerasan. Jika anak-anak sudah terbiasa dengan lingkungannya (budaya) dia akan mengikutinya.

“Bagaiaman mungkin anak tidak terpancing, ” katanya lagi.

Dia pun menegaskan bahwa setiap orang punya tendensi untuk melakukan perbuatan menyimpang.

BACA  Jangan Anggap Enteng, Ini 4 Manfaat Konsumsi Mangga Muda

“Permasalahannya, ada pemicu atau tidak,* pungkasnya.(mcr3/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan juduL: “Kenali Pemicu Anak-anak Menyukai Kekerasan“. Pada edisi Ahad, 13 September 2020.

Komentar