Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kendari dan Padang Dikepung Banjir, Ribuan Rumah Terendam

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Kamis, 1 Juni 2017 | 10:25 Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Dua kota di Indonesia tengah dilanda banjir dan longsor pada Rabu (31/5). Dua kota tersebut yakni Kendari dan Padang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir diakibatkan hujan deras serta buruknya drainase perkotaan.

Banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara melanda 14 kelurahan di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Mondonga, dan Kadia. Penyebabnya adalah meluapnya Sungai Wanggu dan drainase perkotaan yang tidak mampu menampung aliran permukaan.

Ke-14 kelurahan terendam banjir, yakni meliputi Kelurahan Kampung Salo, Kendari Cadi, Gunung Jati, Sanua, Sodoha, Tipulu, Watu-watu, Kemah Raya, Lahundate, Kuromba, Watulondo, Mandonga, Kadia dan Pondambea.

“Ribuan rumah terendam banjir sehingga ratusan warga mengungsi ke tempat yang aman,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB kepada JawaPos.com, Rabu (31/5) malam.

Nahasnya pada saat bersamaan terjadi longsor di beberapa tempat. Bencana itu menelaan satu korban jiwa atas nama Alma Husna. Pria 17 tahun itu tidak tertolong akibat rumahnya tertimbun longsor dan pohon tumbang di di Jalan Lasolo, Kelurahan Sanua, Kecamatan, Kendari Barat.

Pendataan dampak banjir dan longsor masih dilakukan BPBD Kota Kendari. BPBD telah mengirimkan tim untuk melakukan penanganan kedaruratan, mendirikan posko di halaman Kantor Walikota, dan melakukan koordinasi dengan TNI, Polri, SAR, dan SKPD lainnya.

Banjir dan longsor juga mengepung Kota Padang, Sumatera Barat. Angin kencang disertai hujan deras sejak kemaren mengakibatkan beberapa lokasi mengalami banjir, pohon tumbang, baliho roboh, tanah longsor. Sejumlah ruas jalan di Padang terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 50 hingga 100 cm.

Secara keseluruhan, banjir melanda 18 titik di 9 kecamatan di Kota Padang. Meliputi, Kecamatan Padang Selatan, Padang Utara, Nanggalo, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Lubuk Begalung, Kuranji dan Bungtekab. Akibat bencana ini sebanyak 285 jiwa atau 95 KK mengungsi.

Selain itu, sejumlah sekolah terendam di antaranya SMP 20, SMP 25, SMP 27, SMP 40 dan beberapa sekolah lainnya. Kondisi tersebut menyebakan sekitar 140 ribu siswa SD dan SMP diliburkan karena banjir menggenang sekolahan dan cuaca ekstrem melanda Kota Padang.

Banjir di Kota Padang yang terparah terjadi di Jondul Rawang, Kecamatan Padang Selatan. Ketinggian rendaman air mencapai 1,5 meter. Selain itu juga terjadi beberapa titik longsoran antara lain di ruas jalan Nasional Padang-Solok (Lubuk Paraku, Sitinjau Laut) dan menimpa 1 unit rumah lokasi di Bukit Gates Kec. Padang Selatan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Pihak BPBD masih melakukan pendataan. (ded/JPG)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar