Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kepala Desa Pone Diminta Mundur Dari Jabatannya

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 23 Maret 2017 | 03:40 Tag: ,
  

Limboto, Hargo.co.id – Ratusan warga Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Desa Pone, Rabu (22/03). Aksi Warga yang mendapat dukungan mahasiswa ini, menuntut Kepala Desa Huidu, Halid Kau untuk mundur dari jabatannya, karena dinilai telah lalai dalam menjalankan tugasnya.

Pantauan Hargo.co.id, Dalam aksi damai ini, warga yang didampingi para mahasiswa dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PSII)ini, menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Kepala Desa Huidu,Halid Kau. Warga menilai, selama 2 tahun memimpin Desa tersebut, Kepala Desa Halid Kau telah banyak melakukan pelanggaran dan memanfaatkan jabatnnya untuk kepentingan pribadi.

Dalam mosi tidak percaya yang dibacakan dihadapan umum itu, terdapat tujuh butir yang menjadi tuntutan warga. Salah satunya adalah Kepala Desa telah melakukan perencanaan penggunaan Dana Desa tidak sesuai dengan mekanisme yang ada, selai itu Kepala Desa juga dianggap tidak mampu membina atau memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat.
Dengan dasar itulah maka warga meminta Kepala Desa untuk mundur dari jabatannya.

Melki Bangga, Koordinator Lapangan dalam aksi damai ini, saat diwawancarai menjelaskan bahwa aksi kali ini adalah menuntut transparansi dari pemerintah desa dalam hal ini Kepala Desa Pone, terkait semua yang menyangkut pelayanan pemerintahan desa, selain itu, dari temuan yang ada, Kepala Desa telah menyalahgunakan jabatannya untuk kepantingan pribadi.

” Tuntutan kami adalah, meminta Kepala Desa untuk mundur dari jabatannya, sebab selama ini Kepala Desa telah banyak melakukan pelanggaran dan tidak mampu menjadi pemimpin yang baik.” Jelas Melki

Melki menegaskan, jika masalah ini tidak mendapat titik temu, maka pihaknya akan melakukan aksi lagi hingga ke tingkat DPRD dan Pemerintah Daerah.

Sementara itu, Kepala Desa Pone Halid Kau ketika dimintai tanggapannya terkait tuntutan warga tersebut, pihaknya menyatakan akan menampung semua aspirasi warga serta akan melakukan evaluasi terkait kinerjanya selama ini.

” Terkait tuntutan warga ini, saya menilai hal ini adalah wajar dikalangan masyarakat, dan saya mengakui bahwa dalam 2 tahun selama memimpin masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi.” Ujar Halid Kau.

Disinggung mengenai tujuh poin yang menjadi tuntutan warga, Halid menyatakan hal itu sebenarnya adalah masalah pribadi yang kemudian mengatasnamakan masyarakat. Ia mencontohkan seperti masalah tanah, dimana hal itu hanya terkait antara pemilik lahan dengan pemerintah desa. Sehingga pihaknya tidak bersedia untuk menanggapi masalah itu, Dan lebih fokus pada urusan pemerintahan.

Sementara itu, menanggapi masalah ini, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Gorontalo Husni K. Deka, kepada wartawan menjelaskan pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga dan akan melakukan evaluasi serta mengkaji laporan warga terkait pembayaran pajak yang dipermasalahkan itu.

” Yang jelas, setelah pertemuan antara Kepala Desa dan Warga, kita akan mengkaji lagi, sejauh mana kesalahan yang dilakukan oleh Kepala Desa, seperti yang disampaikan warga. Kita juga akan melakukan klarifikasi atas laporan warga kali ini.” Uajr Husni.

Aksi damai yang berlangsung sejak pukul 10 pagi itu juga nyaris ricuh, hal ini dipicu oleh Kepala Desa yang enggan menemui massa aksi, Namun setelah melalui mediasi antara pihak warga dengan Kepala Desa yang dilakukan pihak Kepolisian dan perwakilan Pemerintah Deerah, akhirnya suasana bisa dikendalikan.

Aksi ini juga mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polsek Limboto Barat yang dibantu oleh personil dari Polres Gorontalo, serta Satuan lalu lintas Polres Gorontalo. (rvg/Hargo)

(Visited 9 times, 1 visits today)

Komentar