Rabu, 7 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kepemilikan SPBU Bakal Dibatasi

Oleh Berita Hargo , dalam Bisnis , pada Jumat, 24 Juni 2016 | 15:41 WITA Tag:
  


Hargo.co.id GORONTALO – Pertumbuhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlangsung pesat saat ini menuai perhatian Komisi VII DPR RI. Pasalnya, kepemilikan SPBU ternyata hanya dikuasai segelintir orang.

Karena itu Komisi yang membidangi Energi serta Riset dan Teknologi (Ristek) tersebut bakal menggodok regulasi berkaitan pembatasan kepemilikan SPBU.

BACA  Kepiting Bakau Gorontalo Tembus Pasar Singapura

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fadel Muhammad mengemukakan, saat ini di tingkat nasional sedang dipermasalahkan keberadaan SBPU yang sudah berlebihan. Dan kondisi itu tidak hanya terjadi di Ibukota saja, tetapi sudah merambah ke daerah-daerah.

“Mereka mempermasalahkan karena banyak SPBU hanya dimiliki segelintir orang. Dalam artian ada satu orang yang memiliki 5-6 bahkan lebih SPBU,” ungkap Fadel Muhammad usai buka puasa bersama PT Pertamina di Depo Pertamina Gorontalo, Kamis (23/6).

BACA  Kepiting Bakau Gorontalo Tembus Pasar Singapura

Menurut Fadel Muhammad, kondisi itu menyebabkan peluang pasar dan berusaha tak sehat. “Sebab, dengan kepemilikan itu rawan terjadi monopoli. Dan itu (monopoli) tak boleh terjadi,” tegas mantan Gubernur Gorontalo itu.

BACA  Kepiting Bakau Gorontalo Tembus Pasar Singapura

Makanya, kata Fadel, pihaknya akan berupaya mengatur dan menata berkaitan kepemilikan SPBU. Tujuannya agar semua orang bisa berkesempatan untuk mengelola dan berusaha. “Akan kita bahas bersama-sama dengan Pertamina sebagai mitra kerja,” tandas Fadel Muhammad.(san/hargo)


Komentar