Selasa, 6 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kepemilikan SPBU Dibatasi

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi Headline , pada Selasa, 4 April 2017 | 10:25 WITA Tag: ,
  


GORONTALO-hargo.co.id – Komisi VII DPR RI bersama Pertamina bersepakat untuk membatasi kepemilikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Setiap pengusaha maksimum memiliki empat SPBU untuk satu daerah.

Kesepakatan Komisi VII dan Pertamina itu dimaksudkan untuk pemerataan dan menciptakan persaingan usaha yang sehat dan bersih Anggota Komisi VII DPR RI Fadel Muhammad kepada Gorontalo Post menjelaskan kepemilikan SPBU.

BACA  Thariq Modanggu Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

menjadi salah satu bahasan yang dibicarakan Komisi VII bersama Pertamina sejak beberapa waktu lalu Hal itu dikarenakan adanya fenomena penguasaan kepemilikan SPBU di satu daerah oleh satu orang/pengusaha saja.

“Kondisi itu menyebabkan persaingan usaha tidak sehat Selain itu, sulit untuk dilakukan pemerataan karena pemilik SPBU hanya satu orang saja,” kata Fadel Muhamamd, Senin (3/4).

BACA  Apa Kabar Wisata Embung Dumati? Kini Sudah Meredup

Karena itu, lanjut Fadel Muhammad, Komisi VII membuat peraturan agar di setiap daerah maksimum empat SPBU yang bisa dimiliki oleh satu orang/pengusaha. “Dengan begitu setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendirikan SPBU.

BACA  Air Drainase Meluap ke Jalan HB Jassin, Warga Sekitar Meradang

Sehingga pendirian SPBU tidak hanya menumpuk di daerah tertentu saja. Dan yang utama tidak terjadi monopoli,” tutur legislator asal Gorontalo itu.

Menurut Fadel Muhammad, implementasi aturan tersebut akan diterapkan oleh pertamina yang memiliki kewenangan dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM). “Aturannya sedang disusun oleh Pertamina,” tandas Fadel Muhammad.(san/hg)


Komentar