Senin, 10 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kepiting Bakau Gorontalo Tembus Pasar Singapura

Oleh Berita Hargo , dalam Bisnis Ekonomi , pada Rabu, 17 Maret 2021 | 01:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi Kepiting Bakau. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Komoditas kepiting bakau asal Gorontalo akhirnya berhasil menembus pasar luar negeri. Hari ini, Selasa (16/03/2020) untuk pertama kalinya sebanyak 156 kilogram Kepiting bakau yang berasal dari perairan hutan bakau di beberapa daerah di Provinsi Gorontalo di ekspor ke negara Singapura.

Pengiriman kepiting tersebut dilakukan melalui Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kelas I Gorontalo, Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Isimu, Kabupaten Gorontalo.

Kepala Bea Cukai Gorontalo, Dede Hendra Jaya mengungkapkan, Ratusan kepiting yang telah di ekspor tersebut merupakan hasil tangkapan Nelayan yang dikumpulkan oleh UD. Mulia Abadi yang merupakan salah satu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berlokasi di Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.

Diekspornya komoditas kepiting bakau tersebut, kata Dede Hendra Jaya, menjadi salah satu langkah awal yang sangat baik dalam mendukung stimulus ekonomi masyarakat Provinsi Gorontalo, khususnya untuk masyarakat pelaku UMKM.

“Pelepasan ini salah satu bentuk dukungan dan sebagai motivasi dari Bea Cukai Gorontalo dan BKIPM Gorontalo kepada UMKM. Kami juga mengundang instansi-instansi terkait, dalam kegiatan yang digelar di Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kelas I Gorontalo, ” terangnya.

Diakuinya, Jumlah komoditas kepiting bakau yang diekspor tersebut belum banyak, Namun kata Dede Hendra Jaya, Hal tersebut tetap membanggakan, apalagi ini merupakan kali pertama komoditas kepiting bakau diekspor dari Provinsi Gorontalo.

Dede Hendra Jaya berharap dengan adanya ekspor kepiting ini, bisa memotivasi para UMKM lainnya untuk lebih meningkatkan usahanya agar bisa menembus pasaran internasional seperti yang sudah dilakukan oleh UD. Mulia Abadi.

“Ini sudah merupakan contoh bagi para UMKM, bahwa jika kita bisa meningkatkan kualitas dari hasil usaha kita, maka akan bisa masuk pasaran internasional,” pungkas Dede Hendra Jaya.(hiu/hargo)


Komentar