Minggu, 13 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Keselamatan Angkutan Nataru, Armada AKAP di Terminal Dungingi Lalui Ramcek

Oleh Mufakris Goma , dalam Advertorial Headline , pada Jumat, 27 Desember 2019 | 14:49 WITA Tag:
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Armada angkutan natal 2019 dan tahun baru 2020 di Gorontalo, utamanya untuk trayek antar kota antar provinsi (AKAP) dipastikan telah memenuhi standar keselamatan angkutan atau laiak jalan. Dalam setiap pemberangkatan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah XXI Gorontalo selalu melakukan ramcek atau pemeriksaan fisik dan kelengkapan surat terhadap setiap armada bus yang berangkat melalui terminal Dungingi Kota Gorontalo.

Ini mengemuka dalam rapat koordinasi keselamatan angkutan natal 2019 dan tahun baru 2020 yang berlangsung di kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah XXI Gorontalo, hari ini (27/12). Rapat koordinasi itu dihadiri Kasubag Tata Usaha (KTU) BPTD wilayah XXI Gorontalo Abdul Syukur Sawali, S.Pd.MM yang mewakili Kepala BPTD XXI Gorontalo Handjar Dwi Antoro, ATD MT, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jamal Nganro, pejabat dari Dirlantas Polda Gorontalo, Jasa Raharja, dan seluruh operator AKAP di terminal Dungingi.

Pada kesempatan itu, Kepala BPTD wilayah XXI Gorontalo melalui Kasubag Tata Usaha Abdul Syukur Syawali S.Pd.MM mengatakan, untuk mendukung keselamatan bagi para penumpang, semua satker perhubungan di Gorontalo yang membawahi angkutan laut, udara dan darat, menerapkan standar operasial prosedur (SOP) yang berkaitan dengan keselamatan angkutan. Termasuk untuk angkutan natal 2019 dan tahun baru 2020.

BACA  Peringati HUT ke 75 RI, Pemuda di Boalemo Upacara di Embung

“Sebelum pemberangkatan, armada angkutan akan melalui rumcek. Kalau ada yang tidak memenuhi standar keselamatan atau tidak laiak, kami tidak berangkatkan,” jelasnya.

Abdul Syukur mengatakan, untuk memastikan kelaiakan jalan, ada tiga aspek yang menjadi objek pengawasan terhadap armada angkutan. Yaitu kelaiakan teknis kendaraan, kelengkapan surat kendaraan dan kondisi sopir.

“Sopir yang akan diberangkatkan harus dipastikan dalam kondisi sehat. Tidak dalam kondisi sakit atau mengkonsumsi miras dan narkoba. Petugas berhak untuk tidak memberangkatkan bila sopir tidak fit dan berada dalam pengaruh miras dan narkoba,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro mengapresiasi rakor keselamatan angkutan natal dan tahun baru yang dilaksanakan oleh BPTD wilayah XXI Gorontalo. Yang menghadirkan sejumlah stakeholder terkait, utamanya para operator angkutan. Karena pertemuan ini merupakan bentuk pembinaan berkala bagi para operator angkutan.

“Ini juga telah sejalan dengan instruksi Dirjen Perhubungan Darat. Yang meminta insan perhubungan darat di seluruh Indonesia untuk duduk bersama mencegah kejadian kecelakaan maut seperti yang dialami bus Sriwijaya di Pagar Alam Sumatera Selatan,” jelasnya.

BACA  Pemanfaatan Pekarangan Merupakan Program Utama Skala Nasional

Berkaitan dengan keselamatan armada angkutan natal dan tahun baru di Gorontalo, Jamal menambahkan, rumcek atau pemeriksaan fisik dan surat kendaraan sesunguhnya telah dilakukan sejak November hingga 19 Desember. Meski begitu, pengawasan tetap diperlukan. Mengantisipasi ada armada angkutan yang tidak melalui ramcek tapi beroperasi.

“Maka untuk mendukung terwujudnya keselamatan angkutan saya meminta para operator yang menunggu untuk diperiksa. Kalau ada kendaraan yang memang tidak laiak jangan dioperasikan. Koordinator terminal harus lakukan ramcek dalam setiap pemberangkatan,” pintanya.

“Saya juga mengharapkan ada stiker yang ditempelkan bagi kendaraan yang sudah diramcek. Ini penting apalagi armada AKAP di Gorontalo rata-rata sudah tua,” sambungnya.

Ijin Operator dan Survei Rawan Kecelakaan

Dalam pertemuan itu, para operator AKAP mengeluhkan belum keluarnya izin operasi bagi operator AKAP di Gorontalo dari Kementerian Perhubungan. Padahal pengurusan izin sudah sejak lama. Dan persyaratan yang diminta telah dipenuhi. Karena belum mengantongi izin tersebut, para sopir AKAP kena tilang di Palu (Sulawesi Tengah).

BACA  Butuh Sosialisasi, Masih Banyak Warga yang Tak Paham Soal Pajak

Merespon hal ini, dalam pertemuan itu telah disepakati, Kepala BPTD wilayah XXI Gorontalo dan Kadishub Provinsi akan berkoordinasi untuk menyampaikan persoalan ini ke Kementerian Perhubungan. Soal keterlambatan proses pengurusan izin. “Agar para sopir AKAP tidak akan ditilang nanti ini akan dikoordinasikan dengan BPTD Sulteng dan Sulut. Bahwa izinnya sementara dalam proses pengurusan. Yang pasti para operator AKAP tidak boleh dihentikan. Karena nanti pelayanan AKAP di Gorontalo tidak akan berjalan,” jelas Abdul Syukur Sawali.

Kesepakatan lain yang juga dihasilkan dalam pertemuan itu adalah perlunya survey terhadap daerah rawan kecelakaan. Untuk mendukung keselamatan bagi para pengguna jalan di Provinsi Gorontalo.

Usai rapat, para peserta rapat sempat meninjau sejumlah bus sekolah di terminal Dungingi. Yang merupakan bantuan Kementerian Perhubungan untuk Gorontalo. Bantuan bus ini merupakan hasil perjuangan bersama Gubernur Gorontalo dan Kepala BPTD wilayah XXI Gorontalo. Serah terima bantuan bus sekolah Kemenhub itu rencananya akan diserahkan BPTD wilayah XXI Gorontalo ke Pemprov Gorontalo pada 10 Januari 2020. (adv/rmb/hg)


Komentar