Kamis, 27 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ketenangan Jadi Kunci Keberhasilan Tontowi/Liliyana Juara di Paris

Oleh Aslan , dalam Headline Sportivo , pada Senin, 30 Oktober 2017 | 09:39 AM Tag: , , ,
  Tontowi/Liliyana bermain tenang dan menikmati pertandingan (Twitter@INABadminton)

Hargo.co.id – Tiga kali bertemu Zheng Siwei/Chen Qingchen di final sepanjang 2017, tiga kali pula Tontowi Ahmad/Liliyana meraih kemenangan dan menggondol trofi juara. Terakhir, Tontowi/Liliyana mengalahkan Zheng/Chen di final Prancis Terbuka Superserier Premier 2017, Minggu (29/10) malam WIB.

Penampilan Tontowi/Liliyana di final memang luar biasa. Pasangan peraih medali emas Olimpiade 2016 ini sempat tertinggal 3-9. Tapi, itu tak membuat mereka patah semangat. Ketenangan dan kesabaran Owi/Butet di lapangan membuat Zheng/Chen kerepotan.

“Kunci kemenangan kami memang bermain tenang. Kami bisa menikmati permainan dan merasa relaks. Kami tidak mau memikirkan menang atau kalah, coba yang terbaik saja dahulu. Kami tahu Zheng/Chen ingin balas kekalahan, jadi kami tetap fokus,” ujar Tontowi usai laga dalam rilis resmi PBSI.

Sementara itu, Liliyana menambahkan bahwa sering bertemu dengan Zheng/Chen merupakan keuntungan sendiri. Lantaran membuat dia paham dengan gaya permainan lawan.

“Kami sudah sering bertemu Zheng/Chen dan dalam dua pertemuan terakhir kami bisa menang. Itu menjadi modal buat kami. Pastinya kami percaya diri. Gelar-gelar penting sudah kami dapatkan, seharusnya kami tampil relaks di turnamen level Superseries,” imbuh Liliyana.

“Saya dan Tontowi sudah lama sekali berpasangan dan pengalaman kami cukup banyak. Yang penting komunikasi dijaga terus dan tenang. Terima kasih buat pelatih saya, teman terbaik saya, Vita Marissa, yang sudah mendampingi saya dan Owi selama bertanding di Denmark dan Paris,” tambah Liliyana.

Ini menjadi gelar ketiga sepanjang 2017. Sebelumnya Tontowi/Liliyana menang di Indonesia Open dan Kejuaraan Dunia. Menariknya, lawan di final yang mereka hadapi adalah saama yakni Zheng/Chen.

Selain itu, Tontowi/Liliyana juga mengulang sukses tahun 2014. Kala itu, Owi/Butet juga menjadi juara. Sedangkan bagi Liliyana, ini adalah gelar ketiganya di Paris. Selain 2014 dan tahun ini bersama Tontowi, Liliyana juara pada 2009 bersama Nova Widianto.

“Saya senang bertanding di Paris. Suporternya luar biasa antusiasnya. Kotanya juga indah, jadi saya merasa senang berada di sini,” lanjut Liliyana.

Target pasangan ini selanjutnya adalah BWF Super series Finals 2017 pada penutup tahun. Tontowi/Liliyana juga bakal mengikuti Tiongkok Terbuka Superseries Premier 2017 serta Hong Kong Terbuka Superseries 2017.

Perjalanan Tontowi/Liliyana Raih Gelar Prancis Terbuka Superseries Premier 2017
Babak Pertama
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs Pranaav Jerry Chopra/Sikki Reddy (India) 21-15, 21-12

Babak Kedua
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs Ivan Sozonov/Evgeniya Kosetskaya (Rusia) 21-16, 17-21, 21-16

Perempat Final
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (Malaysia) 19-21, 21-14, 21-12

Semifinal
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs Zhang Nan/Li Yinhui (Tiongkok) 21-18, 21-8

Final
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs Zheng Siwei/Chen Qingchen (Tiongkok) 22-20, 21-15

(epr/JPC/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar