Senin, 21 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ketertarikan Dermaga Pendaratan Soekarno: Dari Replika Garuda Raksasa Hingga Pemandangan Danau Limboto yang Indah

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 29 Agustus 2016 | 20:50 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Dulu Keberadaan lokasi Museum Pendaratan Pesawat Ampibi Presiden RI pertama Soekarno di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo tak dianggap.

Namun, kini lokasi yang penuh dengan nilai sejarah itu sudah menjadi salah satu destinasi wisata di Provinsi Gorontalo.

Pantauan Gorontalo Post (grup hargo.co.id), semenjak dua bulan terakhir, lokasi pendaratan Soekarno banyak dikunjungi para wisatawan, baik lokal maupun mencanegara.

Ini karena keberadaan lokasi pendaratan Soekarno tak jauh dari pusat Kota Gorontalo yakni tepat di tepi bagian selatan Danau Limboto, atau sekitar 2 kilometer dari Taman Purbakala Benteng Otanaha.

Pendaratan Soekarno yang saat ini merupakan obyek Wisata yang terdiri dari sebuah bangunan tua dan sebuah dermaga kecil ini menjadi saksi kunjungan Soekarno ke Gorontalo yang bertujuan untuk mempertahankan negara kesatuan RI yang kala itu marak dengan berbagai pemberontak.

BACA  Menuju Porwanas di Malang, PWI Gorontalo Siap Pantau JMSC

Meski usia bangunan tersebut mencapai pulah tahun, namun lokasi tersebut ternyata masih berdiri kokoh serta menjadikan tempat tersebut sebagai museum.

Warga yang berkunjung ke lokasi itu dimanjakan dengan indahnya panorama alam Danau Limboto yang membentang luas.

Selain itu, di tepi Danau Limboto terdapat Replika Patrol Bomber Catalina, pesawat amfibi yang mengantarkan Presiden RI periode 1945-1965 Soekarno ke Gorontalo pada 1951 silam.

BACA  Hasil Rapat Forkopimda Gorontalo, Mes Haji Menjadi Tempat Karantina Pasien Covid-19

Replika itu terbuat dari ribuan bambu dengan ukuran aslinya, yakni sepanjang 19.35 meter, tinggi 6.85 meter, dan lebar sayap 31.69 meter, serta dua baling-baling.

Bahkan, pengunjung bisa menyaksikan sejumlah dokumen sejarah dan film dokumenter lingkungan. Selain replika pesawat ampibi, di lokasi pendaratan Soekarno juga terdapat Baliho bertuliskan “JAHAT”.

Ini merupakan pesan kepada masyarakat bahwa bagi yang tidak menjaga keberadaan lingkungan Danau Limboto termasuk orang yang jahat.

Pesan itu juga sekaligus kampanye penyelamatan Danau Limboto. Karamaian lokasi itu juga ditambah dengan keberadaan replika lambang negara berupa burung garuda berwarna emas yang dipajang tepat di pintu masuk dermaga pendaratan kapal ambibi Soekarno.

BACA  Diresmikan Idah Syahidah, Kantor Baru Radio Suara RH Mulai Dimanfaatkan

“Saya suka pemandangan di tepi danau ini, masih alami dan ditambah dengan sentuhan sejarah dan kampanye lingkungan dan penuh dengan nilai-nilai sejarah. Ini sangat menarik, saya bisa beruntung ke tempat ini dan baru pertama kali,” kata seorang wisatawan asal Manado, Anggi Runtukahu.

Terpisah Miman Adam penjaga Musium pendaratan Soekarno mengatakan, lokasi tersebut saat ini sudah banyak dikunjungi masyarakat. Apalagi ketikasudah menjelang sore hari banyak warga yang bergantian mendatangi tempat tersebut.

“Ada yang sekdar bersantai. Ada juga yang berfoto selfie dengan pacar atau teman-temannya,” ungkap Miman.

Laman: 1 2


Komentar