Minggu, 12 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Masuk Minggu Ketiga Ramadan, Pedagang Lampu Botol Ramai

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 20 Juni 2016 | 10:11 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Memasuki pekan ketiga di bulan Ramadan, warga Gorontalo sduah mulai mempersiapkan antribut dalam menyemarakan tradisi malam pasang lampu yang biasanya digelar tiga hari sebelum lebaran Idul Fitri.

Namun, para para pedagang lampu botol atau lampu minyak tanah mulai ramai di sejumlah titik strategis di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

Pantauan Gorontalo Post Minggu (19/6), di Kota Gorontalo para pedagang lampu botol mulai terlihat di emperan Jalan Samratulangi Kelurahan Limba B Kecamatan Kota Selatan. Ribuan lampu botol yang dijajakan di lapak para pedagang.

BACA  Pamflet Cegah Covid-19 Berhadiah: Cek Nomor Undian yang Beruntung

Harga yang ditawarkan para pedagang yakni Rp 2 ribu untuk tiga buah lampu botol. Lampu tersebut dibuat dari botol bekas minuman berenergi yang dipasangi sumbu kompor.

“Saya membuat 50.000 botol lampu untuk dijual. Harganya Rp 2.000 untuk tiga lampu,” ujar Arfandi warga Suwawa Kabupaten Bone Bolango salah satu pembuat lampu botol, Minggu(19/6). Biasanya, kata Arfandi semakin mendekati lebaran harga lampu turun hingga Rp 1.000 per tiga botol lampu.

BACA  Panas di Injury Time, Golkar Pohuwato Galang Koalisi Besar

Sementara itu di lokasi pasar limboto, Kabupaten Gorontalo salah satu pedagang Harun Nisa (43) yang merupakan warga Kelurahan Bolihuangga, Kacamatan Limboto Kabupaten Gorontalo mengatakan, dirinya menjual lampu botol dengan harga Rp 5 sebanyak 4 buah.

Diakui Harun Nisa, tak hanya tahun ini saja dirinya menjadi pedagang lampu botol tersebut melainkan di tahun-tahun sebelumnya sudah menjadi seorang pedagang tahunan tersebut.

BACA  Jembatan ke Pinogu Ambruk, Simak Berita dan Videonya

Sebelum menjual lampu botol, Harun Nisa terlebih dahulu sudah mempersiapkan dan mengumpulkan botol bekas minuman energi, kemudian mengolahnya menjadi lampu botol.

“Memang saat ini para pembeli belum ramai, namun biasanya mendekati malam tumbilotohe tersebut, banyak warga yang memadati lokasi dan membeli lampu tersebut,”ungkap Harun.(tr-53/tr-48/rt)


Komentar