Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ketika Pedagang Terompet Panen Untung

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 3 Januari 2017 | 12:50 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Momen menyambut tahun baru tidak hanya dirasakan oleh warga yang menantikan momen pergantian tahun, namun juga para pedagang terompet yang panen untung saat ramai diburu warga.

Seperti di jalan Wolter Monginsidi dan jalan Sultan Hassanudin, berbagai jenis terompet yang banyak di buru oleh warga seperti terompet yang berbunyi viral di berbagai media akhir-akhir ini. oleh warga di namakan terompet telolet yang suaranya menyerupai bunyi klakson bus.

Disamping itu ada juga terompet jenis plastik warna dan terompet biasa. Ada pula terompet besar dan kecil seperti pada umumnya yang tidak lepas dari serbuan warga.

BACA  Pohon Tumbang Menimpa Satu Unit Mobil, Kondisinya Rusak Parah

Seperti pantauan Gorontalo Post, berburu terompet juga tidak hanya dilakoni anak-anak, melainkan remaja dan orang dewasa.

Ulan (19), warga Kota Gorontalo, mengungkapkan, dia membeli terompet jenis biasa yang harganya relatif lebih murah, hanya untuk senang-senang saat menyambut detik bunyi gemuruh petasan pelepasan tahun baru. Bersama 3 orang temannya mereka sibuk memilih berbgai jenis terompet yang dijual para pedagang.

“Tujuannya hanya untuk senang-senang, tidak ada unsur apa. hanya sebatas untuk memeriahkan malam pelepasan tahun dengan bunyi terompet yang kami beli.” Ungkapnya, sambil tersenyum.

Disamping maraknya warga yang membeli terompet tersebut, beberapa pedagang terompet terlihat kewalahan melayani warga yang menyerbu dagangan mereka. berbagai jenis serta harga yang ditawarkan relatif murah menjadi alasan tersendiri bagi warga untuk membeli barang barang hiburan tersebut.

BACA  Harga Ayam Kampung di Kota Gorontalo Tembus Rp 100 Ribu per Ekor

Beberapa jenis terompet yang di jual, sebagai mana yang di himpun Gorontalo Post, antara lain terompet Plastik ukuran besar yang di jual seharga Rp 15 Ribu dan terompet pelastik ukuran kecil yang di jual mulai Rp 7.000 sampai Rp 10 Ribu per buahnya.

Sedangkan untuk terompet Jenis Kertas, dijual mulai harga Rp 5.000 hingga Rp 15 Ribu per buahnya.

Dengan maraknya para pembeli yang datang, para pedagang merasa sangat di untungkan berkat penjualan barang tahunan tersebut. Pasalnya barang yang mereka jual tahun ini terbilang banyak di beli warga. Rusdi, penjual terompet mengungkapkan, dengan harga yang tergolong murah meriah ini menjadi faktor banyak dari barang dagangannya terjual.

BACA  Tersangkut di Jendela, Siswa SD di Boalemo Ditemukan Meninggal Dunia

Dia mengungkapkan, penjualan dari 140 buah, kini tinggal tersiah 30 buah yang ada. Pasalnya harga terompet yang ditawarkan sama semua antar para pedagang dan tidak naik sedikitpun.

Mengingat dagangan tersebut tidak akan di beli waga bila harganya terlalu mahal. “Para pedagang disini memberikan harga yang sama, tidak ada yang naik ataupun turun,” ujar Rusdi saat di wawancara Gorontalo Post.(TR-56/hargo)


Komentar