Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ketika Pemuda 16 Tahun Nikahi Nenek 71 Tahun dengan Mahar Rp 200 Ribu

Oleh Berita Hargo , dalam Features Headline Kabar Nusantara , pada Selasa, 4 Juli 2017 | 20:35 WITA Tag: , ,
  


Pernikahan kontraversial beda generasi antara Sofyan Lohodandel (28) dan Marta Potu (82) di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara bukan satu-satunya di Indonesia. Terbaru adalah pernikahan Selamat Siyadi bin Husni dan Rohaya Binti Kiagus Muhamad Jakfar di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Perbedaan usia mereka 54 tahun.

SELAMAT Siyadi belum cukup dewasa, usianya baru 16 tahun. Tapi ia sudah ‘nekat’ menikah. Yang menarik adalah mempelai wanita yang terpaut jauh dari usianya. Rohaya binti Kiagus Muhammad Jakfar yang dipersuntingnya adalah nenek berusia 71 tahun.

Selamat memberi mahar nikah Rp 200 ribu ke Rohaya. Kesucian pernikahan yang menyatukan dua hati dalam ikatan resmi, menjadikannya momen yang paling dinanti oleh pasangan yang usia terpaut sangat jauh ini.

BACA  Bupati di Bangka Belitung Meninggal Dunia Kena Covid-19

Aparat desa yang dipimpin oleh Kepala Desa Karangendah Kecamatan Lengkiti melakukan musyawarah untuk mencari jalan keluarnya.

Kemudian ditemuilah Rauf yang merupakan kakak Rohaya.Kades lalu menceritakan tentang keinginan pasangan Selamat dan Rohaya yang berniat menikah. Rauf mengizinkan namun disarankan agar ijab kabul dilaksanakan dimalam hari saja dan jangan ditempat terbuka (balai desa) karena Rauf khawatirkan akan menjadi kontraversial dan menjadi heboh.

Meksipun sudah dilakukan dimalam hari dan secara diam-diam , namun tak urung prosesei pernikahan tetap ramai juga ratsuan warga desa setempat dan warga desa tetangga ikut berdatangan.
Tak heran pernikahan ini memang tak lazim, sehingga banyak warga yang penasaran ingin menyaskikan pernikahan sepaang pengantin yang kini menajdi buah bibir.

BACA  Kemenlu Ungkap Jumlah WNI yang Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

“Pernikahan Selamat dan Rohaya difasilitasi oleh warga” terang Kapolsek Lengkiti Ipda Ahsum.

Ia menambahkan pernikahan adalah alternatif terbaik karena keduanya akan menempuh jalan pintas alias mengancam bunuh diri bersama bila tidak dinikahkan.

Dilansir sriwijayapost, prosesi pernikahan dipandu oleh P3N (Petugas Pembantu Pencatat Nikah) desa Setempat atas nama Ibnu Hajar. Wali dari mempelai perempuan atas nama Raup (75) memberi wali berwakil kepada P3N Ibnu Hajar dengan saksi pernikahan masing-masing atas nama Komaruddin dan Charles.

BACA  Banyak Orang Susah saat Pandemi, Jokowi: Perbanyak Infaq dan Sedekah

Meski berlangsung sederhana, prosesi pernikahan berlangsung khusuk dan sederhana dihadiri Kepala Desa Karangendah Cikani dan masyarakat desa setempat hadir juga perwakilan dari Polsek Lengkiti.

Meskpun dilaksanakan dimalam hari dan prosesi sangat sederhana namun pernikahan berjalan dengan nuansa kebahagiaan, mempelai wanita yang sudah berusia lanjut dan memiliki beberapa cucu ini tampak malu-malu.

Setelah prosesi ijab kabul selesai, mempelai wanita terlihat malu duduk merapat dengan pengantin pria.

“Ndekat lagi mak, senyum jangan tutup mulutnya,” kata sanak famili yang akan mengabadikan moment bahagia pernikahan beda usia ini.(hargo)


Komentar