Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ketua DKPP Ingatkan Paslon yang Maju di Pilkada

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 1 Oktober 2016 | 15:35 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id  – Menjelang penetapan pasangan calon (paslon) 22 Oktober mendatang.

Tensi politik di Gorontalo kian memanas. Bahkan sejumlah laporan terhadap bakal calon maupun pasangan calon mulai gencar dilakukan sejumlah pihak.

Saat ini sedikitnya sudah ada tiga laporan yang disampaikan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, laporan yang masuk di antaranya berkaitan dengan keabsahan ijazah yang dimiliki pasangan calon. Selain itu ada pula mengenai status hukum maupun persyaratan yang lain.

BACA  Nelson Pomalingo Izinkan Pasar Senggol, Ini Syaratnya 

Menyikapi fenomena tersebut, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof.Dr.Jimly Asshiddiqie mengingatkan dan mewanti-wanti setiap pasangan calon untuk bersikap fair.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menegaskan agar setiap pasangan calon untuk tidak saling menjegal.

“Kepada pasangan calon baik yang mengikuti Pilkada di Gorontalo maupun di seluruh Indonesia, saya meminta untuk masing-masing fokus pada upaya merebut dukungan dan simpati rakyat. Tak usah memikirkan pasangan calon lain, apalagi saling menjegal,” tegas Jimly Asshidiqie usai memberikan pembekalan kepada penyelenggara Pemilu di Provinsi Gorontalo, Jumat (30/9) di kantor KPU Provinsi Gorontalo.

BACA  KIP Minta KID Gorontalo Optimalkan Pelayanan Informasi Masyarakat

Menurut Jimly Asshiddiqie, apabila pasangan calon mulai memikirkan pasangan calon lain, maka mereka akan tergoda melakukan kampanye negatif dan black campaign (kampanye hitam).

“Tak usah saling jegal. Kalau saling jegal akan membuat persaingan tak sehat,” imbau Jimly Asshiddiqie.

“Saya ingin Gorontalo menjadi salah satu contoh daerah yang bisa menyelenggarakan Pilkada yang damai, aman dan tertib, sehingga bisa dicontohi oleh daerah lain nantinya,” sambung Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) itu.

BACA  Gelar Penguatan KIM, Ini Harapan Dinas Kominfo Provinsi Gorontalo

Demikian pula kepada pendukung dan simpatisan. Jimly mengimbau untuk tidak saling mengejek. “Ketegangan dalam Pemilu itu salah satunya karena antar calon dan pendukung suka saling menjelekkan. Tidak usahlah seperti itu kalau kita mau demokrasi ini lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut Jimly menyarankan agar semua peserta Pilkada fokus dengan dengan dirinya sendiri. Fokus dengan program kampanyenya untuk merebut simpati pemilih.

“Kalau ada calon yang melanggar, biar menjadi urusan negara. KPU dan Bawaslu adalah representasi negara yang akan mengurus semua itu,” terang Jimly Asshiddiqie. (tr-45/wan/san)


Komentar