Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ketua DPRD Tinggalkan Ruang Rapat, Ingin Tahu Kenapa?

Oleh Deice Pomalingo , dalam Advertorial Legislatif , pada Rabu, 23 September 2020 | 23:30 WITA Tag: ,
  Suasana pembahasan KUA-PPAS perubahan antaraTPAD dan Banggar. (Foto Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Syam T. Ase dibuat geram saat pembahasan rancangan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA PPAS) perubahan APBD 2020 yang molor karena tidak sesuai jadwal. Tak pelak lagi, gara-gara tu, Syam T. Ase yang awalnya membuka dan memimpin rapat pembahasan meninggalkan ruang rapat, Rabu (23/09/2020).

BACA  Tak Ada Pemerataan Anggaran Saat Rasionalisasi

“Silahkan lapor ke siapapun kami siap, ini pembahasan sudah molor dan tidak sesuai jadwal, jadi tolong jadwal pembahasan disusun lagi oleh tapd, jangan sampai pengesahan apbd-p melewati dan sesuai ketentuan sebelumnya, kami di DPRD tidak ingin ada kesalahan,” kata Syam geram.

BACA  DPRD Gorontalo Utara Usul Ruang Fiskal untuk Diskusi

Masih pada kesempatan yang sama, Syam T. Ase menyarankan agar rapat pembahasan diskorsing sementara.

“Biar lebih terarah, rapat di skorsing dulu. Kita berikan kesempatan TPAD untuk menyusul kembali jadwal dan buatkan berita acara,” saran aleg tiga periode ini.

Usai rapat di skorsing, Kepala Bappeda Kabupaten Gorontalo, Cokro  Katilie kepada wartawan mengakui, soal keterlambatan pembahasan KUA PPAS APBD 2020.

BACA  Resiko dan Beban Kerja Kades Lebih Tinggi Dibanding Gaji

“Memang kita mengalami keterlambatan dalam pembahasan. Tapi kondisi daerah ya seperti ini. Kita mengalami refocusing, kemudian rasionalisasi anggaran, dan pendapatan asli daerah mengalami penurunan karena pandemi covid-19,” ujar Cokro Katilie saat dimintai tanggapan.(wie/adv/hg)


Komentar