Minggu, 22 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ketua Komisi II DPR RI Sebut Akan Prioritaskan CDOB Yang Persyaratannya Sudah Lengkap

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 29 Maret 2022 | 09:35 Tag: , , , , , ,
  Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung memberikan sambutan pada kunjungan ke CDOB Gorontalo Barat, di Kantor Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, Senin (28/03/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, melakukan kunjungan kerja ke Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Gorontalo Barat, yang berlangsung di Kantor Camat Lemito, Kabupaten Pohuwato, Senin (28/03/2022).

Dalam kesempatan tersebut Doli Kurnia Tandjung menekankan, agar seluruh CDOB agar mempersiapkan dengan baik seluruh persyaratan yang dibutuhkan.

“Daerah yang paling siap untuk dimekarkan dan semua persyaratannya sudah lengkap, itu yang akan diprioritaskan,” tegas Doli Kurnia Tandjung.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan, kedatangannya ke CDOB bertujuan untuk melihat bahwa keinginan untuk dimekarkan itu betul-betul merupakan kebutuhan objektif. Menurutnya, pemekaran itu adalah sebuah konsep untuk mempercepat pembangunan yang secara filosofinya memperpendek rentang kendali dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Tadi saya jalan dari Boalemo ke sini terus pak Gubernur bilang ini baru masuk di Pohuwato. Setelah melalui perjalanan panjang,saya tanya kembali apa ini masih Pohuwato, iya masih Pohuwato, kata pak Gubernur. Ternyata Pohuwato memang besar. Kita pakai mobil saja bertanya-tanya kapan sampainya. Bayangkan kalau tidak pakai mobil, bagaimana masyarakat menyelesaikan masalahnya dengan jarak yang begitu jauh. Oleh karena itu tempat untuk menyelesaikan masalah itu ditarik mendekati masyarakat,” jelas Doli Kurnia Tandjung.

Sementara itu pada ksesempatan yang sama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menuturkan, perjuangan pembentukan Kabupaten Gorontalo Barat sudah cukup lama, sejak tahun 2012. Pada tahun 2014, dari tiga CDOB yang diusulkan Pemprov Gorontalo, dua di antaranya sudah mendapatkan persetujuan, tetapi pemerintah saat itu telah memberlakukan moratorium pemekaran.

“Setelah saya berbincang-bincang dengan Ketua Komisi II DPR RI, beliau mengatakan masih ada peluang untuk pemekaran DOB. Oleh karena itu hari ini beliau saya ajak ke sini yang seharusnya diagendakan ke Bali. Saya katakan, tolong pak Ketua jangan kecewakan CDOB di Gorontalo,” kata Rusli Habibie.

Pada kesempatan itu Rusli Habibie juga menyoroti kurangnya koordinasi dan komunikasi antara Komite Pembentukan CDOB Gorontalo Barat dengan Pemprov Gorontalo dan Pemkab Pohuwato. Gubernur meminta agar persiapan pembentukan CDOB harus meriah agar menjadi penyemangat bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Saya kecewa karena Komite Pembentukan CDOB Gorontalo Barat koordinasinya kurang dan persiapannya juga kurang meriah. Komite harus lebih intensif lagi berkomunikasi dengan kami, temasuk dengan pak bupati,” ungkap Rusli Habibie.

Setelah melaksanakan kunjungan kerja ke Gorontalo Barat, Ketua Komisi II DPR RI bersama Gubernur Gorontalo dua periode itu melanjutkan kunjungan ke CDOB Boliyohuto dan Kota Talaga, Kabupaten Gorontalo.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar