Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ketupat, Pacuan Kuda Masih jadi Daya Tarik

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 21 Juni 2018 | 01:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Hadirnya pacuan kuda pada Lebaran Ketupat menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Makanya, masyaraat setempat terus mengupayakan agar lomba yang akan dihadiri oleh peserta dari luar Gorontalo ini, dapat memuaskan.

Pantauan Hargo.co.id (Gorontalo Post Grup) selain akan memecahkan rekor muri, Lebaran Ketupat juga berbagai perlombaan. Salah satunya yakni pacuan kuda yang setiap tahunnya sudah merupakan agenda rutin untuk dilaksanakan.

BACA  Data BPS, Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo Terkontraksi 1,98 Persen

“Sejak Rabu (20/6) kemarin, panitia pelaksana sudah mulai membenahi dan mempersiapkan lintasan untuk pacuan kuda,” terang Isa Imran penanggung jawab kegiatan yang juga Kepala Desa Yosonegoro.

Lanjut dikatanya, persiapan ini sudah dilakukan sejak awal ramadan, karena masih harua dilakukan rehab dan membersihkan lapangan tersebut.

“Bisa dipastikan akan banyak masyarakat yang datang, seperti tahun-tahun sebelumnya, ratusan bahkan ribuan. Sehingga kami telah membuat organisasi yang akan mengatur pada hari H nanti,” ungkap Imran seraya menambahkan dirinya mengimbau agar seluruh masyarakat dapat menjaga keamanan dan kelancaran perlombaan.

BACA  PGRI Kabupaten Gorontalo Fokus Program Merdeka Belajar

Sementara itu Dedi (37) salah satu peserta kepada media ini, mengaku bahwa setiap tahun menjelang perayaan lebaran ketupat mereka memang selalu datang ke Gorontalo, hanya untuk mengikuti perlombaan pacuan kuda.

BACA  40 Persen ASN di Kabupaten Gorontalo Sudah Jalani Vaksin

“Kami memang menunggu momen ini. Setiap tahun memang telah menjadi agenda kami untuk mengikuti perlombaan di sini. Kami bawa empat kuda untuk ikut bertanding,” tutupnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, bukan hanya peserta pacuan kuda lokal, kali ini juga dibanjiri oleh peserta dari luar Gorontalo. Seperti dari Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah. (ded/hg)


Komentar