Senin, 12 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KH Umar Basri Dihajar Babak Belur, FPI Tuding Oknum Penagak Hukum

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Minggu, 28 Januari 2018 | 20:27 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, JAKARTA- KH Umar Basri pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah dianiaya orang tak dikenal di Masjid Al-Hidayah Kampung Santiong, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (27/1/2018) sekitar pukul 05.10 Wib lalu.

Pelaku pengeroyokan itu hingga kini masih terus dialami. Namun Sekretaris Jendral (Sekjen) Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin mengatakan pengeroyokan itu merupakan upaya membungkam dakwa ulama. Ia sangat mebgutuk kerasa kejadian yang melanggar hukum itu.

Ia menduga oknum penegak hukum menjadi penyebab utama dibalik penganiayaan kepada sesepuh Ponpes Al Hidayah. Menurutnya ada kepentingan terselubung dari oknum tersebut sehingga melakukan kekerasaan ini guna memuluskan misinya.

“Provokatornya justru pihak oknum para penegak hukum yang seharusnya melindungi dan menegakan hukum, malah ikut-ikutan terjun kepolitik terselubung yang akhirnya mengkriminalisasi ulama,” lanjut Novel.

Novel menganggap sejauh ini para penegak hukum tidak berpihak membela ulama. Opini ini kemudian memicu timbulnya aksi-aksi kriminalisasi terhadap ulama.

BACA  Simpan Narkoba dalam Sepatu, Dua Calon Penumpang Lion Air Diciduk

Oknum pengeroyokan ini juga diduga tidak senang melihat kedekatan antara ulama dan rakyat. Sehingga melakukan berbagai upaya guna memecah belah masyarakat. Situasi ini kemudian dimanfaatkan oleh pembenci ulama guna mencerai-beraikan Islam.

“Sebagai tujuan untuk membungkam ulama dimana saja agar ulama tidak memihak kepada rakyat, dan akhirnya kesempatan ini dipakai oleh orang-orang yang tidak suka terhadap Islam dengan cara menzolimi ulama,” pungkas Novel.

Sebelumnya, KH Umar Basri atau Ceng Emon Sentiong pada Sabtu (27/1) mendapat penganiayaan oleh satu orang oknum tidak dikenal. Kejadian bermula saat pimpinan ponpes Al Hidayah sedang melakukan dzikir seusai melaksanaak shalat Subuh.

BACA  Kapolda Sebut Bom di Katedral Makassar Jenis High Explosive

Kekerasaan ini dimulai setelah lampu masjid Al Hidayah dimatikan oleh santri pondok. Tak berselang lama oknum ini kemudian membabi buta menukul pria 60 tahun ini. Akibat kejadian ini Ceng Emon mengalami luka lebam di bagian muka dan harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Islam, Bandung.

(sat/JPC/hg)


Komentar