Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Khasiat Belimbing Wuluh di Tengah Pandemi, Bunganya untuk Batuk Kering

Oleh Admin Hargo , dalam LifeStyle , pada Senin, 7 Maret 2022 | 04:05 Tag: , ,
  Belimbing Wuluh. (Foto: iStockPhoto)

Oleh: Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS *)

Membayangkan bentuk buah belimbing wuluh, rasa-rasanya sudah bisa merangsang air liur keluar. Sebab, rasa buah tersebut asam atau kecut sekali. Utamanya karena kandungan vitamin C pada buah. Dikenal dengan nama lokal belimbing sayur, buah itu tidak hanya dipakai untuk membuat masakan berasa asam, tapi juga untuk pengobatan.

TANAMAN belimbing wuluh memang dikenal karena dua hal. Yaitu, rasa asam buahnya dan khasiat bunganya sebagai obat batuk. Mudah tumbuh dan cenderung liar, ada dugaan tanaman itu memang berasal dari Indonesia.

Orang Filipina, Sri Lanka, Malaysia, dan Burma mengenal manfaat daun, bunga, dan buah belimbing wuluh untuk tujuan pengobatan. Buahnya bisa dibuat sebagai sirup untuk menurunkan demam dan radang. Pasta yang dibuat dari tumbukan daun dipakai sebagai salep untuk penyembuhan gatal dan luka pada kulit, serta untuk menurunkan bengkak karena rematik. Rebusan daun juga dipakai untuk obat batuk dan tonik bagi ibu sehabis melahirkan.

Di Pulau Jawa, ada tradisi makan campuran buah dan lada saat tubuh terasa kurang sehat akibat perubahan cuaca. Sasaran penelitian ilmiah adalah aktivitas antibakteri, obat batuk, demam, rematik, diabetes, dan hipertensi. Penelitian juga membuktikan khasiat daun dan buah untuk pelindung fungsi liver serta menurunkan kadar lemak dalam darah.

Tanaman asal bernama ilmiah Averrhoa bilimbi dari keluarga suku Oxalidaceae. Buahnya bergelantungan dalam jumlah banyak pada percabangan pohon. Kaya kandungan asam oksalat, vitamin C, flavonoid, tanin, dan mineral. Ada sekitar 53 jenis komponen minyak asiri pada buah yang memberi bau khusus tanaman itu.

Belimbing Wuluh untuk Pertusis

Bunga belimbing wuluh dikenal sebagai obat rakyat untuk tindakan pertama pengobatan batuk. Jenis batuknya khusus, yaitu batuk dengan suara yang seakan melengking. Lengkingan suara batuknya memang khas yang biasanya diawali dengan batuk kering.

Istilah medisnya adalah pertusis atau disebut whooping cough dalam bahasa Inggris. Penyebabnya adalah infeksi bakteri Bordetella pertussis yang menempel pada bulu (cilia) saluran napas bagian atas. Termasuk jenis batuk yang sangat serius, mudah menular, terutama pada bayi dan anak di bawah lima tahun. Kalau tidak segera diobati, bisa menyebabkan pneumonia, kejang, bahkan kerusakan otak dan kematian.

Cara sederhana pembuatan obat batuk itu cukup dengan memetik sejumlah bunga, letakkan pada mangkuk dan tambahkan sedikit air, lalu kukus. Air hasil kukusan disaring dan segera diminumkan.

Pengalaman itu tentu bisa dipraktikkan semasa pandemi Covid-19. Mengingat gejala batuk penyakit tersebut juga diawali dengan batuk kering. Mungkin tidak untuk mengobati virusnya, tapi mencegah infeksi susulan karena bakteri lain pada saluran napas.

Belimbing Wuluh Kaya Antioksidan

Kebutuhan zat antioksidan saat ini memang mutlak. Utamanya bagi pencegahan kerusakan sel pada berbagai penyakit karena gaya hidup, termasuk infeksi, diabetes, gangguan fungsi ginjal, jantung, dan lainnya.

Penelitian membuktikan aktivitas antioksidan buah belimbing wuluh melalui kerja kandungan flavonoid dan fenol. Aktivitas itu ternyata terbukti bisa membantu pengendalian peningkatan kadar glukosa pada kondisi diabetes.

Tikus diabetik yang diberi ekstrak buah mengalami penurunan kadar glukosa serum darah secara signifikan. Kerjanya adalah dengan memodulasi potensi antioksidan hepatik sehingga aktivitas berbagai enzim meningkat. Di antaranya adalah enzim glutathione peroxidase sebagai enzim antioksidan intraseluler.

Belimbing Wuluh untuk Antihipertensi

Secara tradisional, memang buah dan daun belimbing wuluh bisa menurunkan tekanan darah secara efektif. Dalam tulisannya, peneliti Malaysia mengungkap manfaat ekstrak air daun belimbing wuluh untuk pengendalian tekanan darah.

Penelitian dilakukan pada guinea pig (sejenis tikus) yang dibuat mengalami kenaikan tekanan darah dengan pemberian obat norepineprin. Terbukti, ekstrak itu menunjukkan kemampuan menurunkan tekanan darah melalui pengendalian denyut nadi. (*)

JUS BELIMBING WULUH

CARA MEMBUAT

• Siapkan dua buah belimbing segar, cuci bersih, potong seperlunya.

• Tambahkan air dan gula seperlunya, masukkan ke dalam alat pembuat jus.

• Minum secara teratur.

PERHATIAN

• Harap tetap berhati-hati bagi orang yang mengonsumsi obat dokter karena masalah kesehatan.

• Amati dengan saksama kemungkinan efek yang terjadi setelah mengonsumsi buah, daun, dan bunga belimbing wuluh.

Dari berbagai sumber
Oleh: Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga
YouTube: Kanal Kesehatan Prof Mangestuti

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Khasiat Belimbing Wuluh di Tengah Pandemi, Bunganya untuk Batuk Kering“. Pada edisi Sabtu, 05 Maret 2022.
(Visited 94 times, 1 visits today)

Komentar