Senin, 1 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Khawatir Jadi Klaster Baru, Pendukung Pasangan Taati Protokol Kesehatan

Oleh Ryan Lagili , dalam Kab. Pohuwato KPU , pada Senin, 31 Agustus 2020 | 10:05 WITA Tag: , , ,
  Ketua KPU Pohuwato, Rinto W Ali


Hargo.co.id, GORONTALO – Pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 juga dikhawatirkan akan menjadi klaster baru di Pohuwato, sebagai daerah yang menyelenggarakan Pemilihan. Terlebih jelang pendaftaran bakal pasangan calon nanti, bukan tidak mungkin akan ada banyak massa dari masing-masing calon yang akan menggelar iring-iringan.

Berkaitan dengan hal itu, Ketua KPU Pohuwato, RInto W Ali, meminta agar semua pihak termasuk para pendukung untuk mematuhi protokol kesehatan. Dimana hal itu menurutnya penting dilakukan, meskipun Kabupaten Pohuwato sendiri sudah berada di zona hijau.

BACA  Operasi Rutin Polsek Randangan Sita Puluhan Botol Miras

“Karena pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi, tentunya protokol kesehatan menjadi penting dan wajib untuk kita patuhi. Jika biasanya kalau pendaftaran, bapaslon perseorangan kemarin ada iring-iringan, ada pendukungnya, maka dengan kondisi ini, kami membatasi jumlah orang yang hadir saat pendaftaran nanti. Dan itu cukup dihadiri Pimpinan Partai Pengusung, LO, dan Bapaslon itu sendiri,” ucap Rinto, saat ditemui, Kamis (27/08/2020).

BACA  Usai Putusan MK, Ini Harapan Syaiful Mbuinga

Selain itu, jelang proses pendaftaran calon, jelas Rinto. KPU Pohuwato sendiri telah melakukan beberapa langkah efektif yang akan mempermudah Bapaslon. Mulai dari menggelar pertemuan tatap muka dengan seluruh tim bakal pasangan calon, hingga membuka ruang secara online. Sehingga nanti, masing-masing tim bisa melakukan konsultasi dengan KPU Pohuwato kaitan dengan persiapan pendaftaran itu sendiri.

BACA  Gugatan Kandas di MK, KPU Tetapkan Nelson-Hendra Pemenang Pilkada di Kabgor

“Untuk Help Desk itu sendiri, kami di KPU Pohuwato justru ada langkah lain. Jadi selain pertemuan tatap muka, kami juga membuka ruang secara online, meskipun untuk onlinenya disesuaikan dengan jam kantor. Jadi melalui Help Desk ini, masing-masing Bapaslon ataupun tim-nya bisa melakukan konsultasi secara online, sehingga lebih memudahkan Bapaslon jika kesulitan untuk mendatangi kantor KPU,” pungkasnya. (ryn/hg)


Komentar