Senin, 5 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Khutbah Idul Fitri Jangan Bernuansa Politik

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 14 Juni 2018 | 17:30 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Umat Islam seantero dunia dapat dipastikan merayakan lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, Jumat (15/6) esok. Sejalan hal itu, di Gorontalo sedikitnya ada 24 titik pusat pelaksanaan salat Idul Fitri 1439 H.

Selain masjid Agung di masing-masing kabupaten/kota, pusat salat Idul Fitri tersebar di sejumlah lapangan maupun masjid-masjid jami di masing-masing kecamatan.

Di Kota Gorontalo, misalnya. Selain di Masjid Agung Baiturrahim, Pelaksanaan salat Idul Fitri juga dilaksanakan di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, Lapangan Buladu, serta lapangan/halaman Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Demikian pula di Kabupaten Gorontalo. Pelaksanaan salat Idul Fitri 1439 H turut digelar di halaman Mapolda Gorontalo.

Terkait pelaskanaan pelaksanaan salat Idul Fitri, berbagai kesiapan terus dimatangkan. Panitia pelaksanaan salat Idul Fitri Rektorat UNG Dr.Harto Malik mengemukakan, pelaksanaan salat Idul Fitri tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Salat Id kita pusatkan di halaman rektorat kampus UNG, dan panitia terus melakukan persiapan secara matang,” ungkap Harto Malik.

BACA  Pemprov Gorontalo Segera Salurkan Bansos Untuk Non DTKS

Hal senada disampaikan Panitia salat Id Masjid Darul Arqam Masrun Yunus Rivai. Menurutnya, tahun ini pelaksanaan Sholat Id dipusatkan di halaman atau pelataran masjid Darul Arqam, setelah masjid Darul Arqam direnovasi.

“Tahun-tahun sebelumnya, kita selalu mengambil tempat di jalan raya, depan apotek Mega Farma, untuk tahun ini, kita manfaatkan halaman masjid Darul Arqam setelah dilakukan renovasi,” ungkap Masrun Yunus.

Kesiapan pelaksanaan salat Idul Fitri juga terus dimatangkan oleh Pemkab Boalemo. Kepala Bagian Kesra Kabupaten Boalemo Sutriyani Lumula menyampaikan, kesiapan tersebut telah dibahas dalam rapat yang melibatkan seluruh unsur terkait termasuk dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Boalemo.

Kabag Kesra Kabupaten Bone Bolango Irianto Datau mengatakan, pusat pelaksanaan salat Idul Fitri 439 H/ 2018 M di Kabupaten Bone Bolango yakni di masjid Agung Al Marhamah Kabupaten Bone Bolango.

“Untuk pelaksanaan ied di kecamatan dilaksanakan di wilayah masing-masing yang sudah ditentukan,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Sub Bagian Agama Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Gorut Olfin Uno mengatakan, pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Agung Baiturahim akan dihadiri Pjs Bupati. Sementara salat Idul Fitri di halaman kantor bupati akan dihadiri Pj Sekda.

BACA  Idah Syahidah Buktikan ke Warga Vaksin Covid-19 Aman dan Halal

“Pjs Bupati Drs. Haris Hadju, MM bersama keluarga akan melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Baiturahim diikuti pimpinan OPD dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Gorut,” ujarnya.

Khotbah bermuatan Politik

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada para khatib salat Idul Fitri untuk menjauhi tema khotbah yang bernuansa dan bersuasana politik. Tema-tema tersebut menurut MUI bisa menimbulkan perpecahan antara umat Islam.

“MUI mengimbau agar para khatib tidak menyampaikan khotbah yang bernuansa dan bersuasana politik praktis yang berpotensi memecah belah umat Islam,” ujar Ketua MUI Ma’ruf Amin di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

MUI mengimbau para khatib menyampaikan pesan peningkatan keimanan dan ketakwaan, persaudaraan dan kedamaian kepada para jamaah. Juga mengingatkan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya terorisme, narkoba, minuman keras, LGBT dan segala bentuk perbuatan jahat lainnya.

BACA  Ini Harapan Gubernur Gorontalo untuk Komisaris Independen BSG Yang Baru

“Serta memanjatkan doa untuk seluruh umat Islam di dalam negeri maupun luar negeri, khususnya umat Islam di Palestina, Rohingya, Kashmir dan Syiria yang mengalami berbagai penderitaan dan tragedi kemanusiaan,” kata Ma’ruf Amin.

Selain itu MUI juga menyerukan untuk mengingatkan masyarakat, khususnya saat menggunakan media sosial, untuk tidak menyebarkan informasi yang berisi kebohongan (hoax), ghibah, fitnah, namimah, aib, ujaran kebencian, dan hal-hal sejenis yang tidak layak disebarkan kepada khalayak.

“MUI mengharapkan kepada pemerintah, khususnya pihak kepolisian, agar dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam merayakan Hari Raya Iedul Fitri, baik pada saat perjalanan pergi dan pulang mudik, malam takbiran maupun pada saat pelaksanaan shalat Idul Fitri di lapangan, di masjid, surau, atau tempat lainnya,” demikian Ma’ruf Amin didampingi Wakil Ketua Umum KHno. Zainut Tauhid, Ketua KH. Masduki Baidhawi, Wakil Sekjen Dr. Amirsyah Tambunan, dan jajaran pimpinan lainnya.
(Gp/RMOL/hg)


Komentar