Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kisah-Kisah Menyentuh dari Mereka yang Terimbas Kebijakan Imigran Amerika

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Selasa, 31 Januari 2017 | 12:12 PM Tag: , , , ,
  

Hargo.co.id – Peraturan Donald Trump yang melarang warga tujuh negara muslim masuk ke Negeri Paman Sam membuat banyak pihak tercengang. Banyak kisah-kisah menyentuh dari mereka yang merasa kehidupan tidak lagi cerah setelah peraturan itu diberlakukan. Berikut beberapa di antara mereka yang diwawancarai CNN.

Rafal Thaher, 23, Iraq – Thaher datang ke AS lima tahun lalu. Saat kali pertama datang tidak bisa berbahasa Inggris. Namun sekarang, Thaher sudah menjadikan Lowell, Massachusetts, sebagai rumah. Dia bekerja di CVS sebagai supervisor dan belajar bisnis di Middlesex Community College. Kakak lelaki berserta keluarganya masih di Iraq. Kakaknya bekerja di perusahaan yang melindungi personel militer AS. ”Saya sudah mengajukan visa. Namun, dia akan terkena kebijakan ini. Kami berusaha membawa mereka ke AS,” katanya.

Nashwa Alhoussaini, 21, Syria – Berasal dari Damascus, Syria, Alhoussaini ditemui di Bandara Metropolitan Detroit pada Minggu (29/1). ”Saya punya banyak keluarga di luar negeri. Seorang keluaga saya sedang berusaha membawa tunangannya ke AS dan mereka akan menikah pada bulan depan. Namun, sepertinya akan ditunda,” katanya.

Raya Bidshahri, 21, Iran – Mahasiswa Universitas Boston ini sudah tinggal di AS selama tiga tahun dan menganggap Boston adalah rumahnya. Namun, pada Mei visanya habis dan dia takut tidak bisa diperpanjang. Mengambil jurusan ilmu syaraf, pihak universitas mengingatkan agar Bidshahri tidak usah meninggalkan AS. ”Ini sangat menghancurkan hati. Keluarga dan saya selalu bermimpi untuk datang ke AS dan mewujudkan mimpi. Keluarga saya mengalokasikan dana yang tidak sedikit agar saya bisa datang kesini. Namun, kami diperlakukan seperti teroris.”

Zainab Abdo, 21, Syria – Abdo datang ke AS tujuh bulan lalu dan tinggal di Lowell, Massachusetts. Dia belajar bahasa Inggris dan perawat. ”Saya punya keluarga di Syria dan Turki. Banyak orang kehilangan harapan mereka.”

BINGUNG: Mohamad Zandian, Zainab Abdo (insert), Babak Seradjeh

BINGUNG: Mohamad Zandian, Zainab Abdo (insert), Babak Seradjeh (CNN)

Mohamad Zandian, 26, Iran – Siswa doktoral biokimia dari Ohio State University ini punya istri, Parisa, yang ditahan di Bandara Internasional John F. Kennedy International di New York. ”Saya berpikir, Amerika adalah mimpi. Namun, sepertinya tidak berlangsung dengan baik. Saya pikir ini tidak terjadi, namun terjadi. Bila saya akan ditahan, saya lebih baik di tahan di negeri saya sendiri,” katanya.

Babak Seradjeh, 39, Iran – Seradjeh adalah rekanan profesor fisika di Universitas Indiana. Lahir di Tehran, Seradjeh menghabiskan delapan tahun di Kanada dan tinggal di Bloomington, Indiana. Dia punya dua kewarganegaraan. Iran dan Kanada. Namun, sekarang dia tidak bisa kemana-mana. Padahal, ada jadwal penelitian yang harus di lakukan di Tel Aviv, Israel. (CNN/tia)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar